Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 3 Juli 2015

Jangan mengkomersialisasikan Dakwah Islam

Dalam Al-Qur’an Allah menceritakan seruan nabi Hud as. Kepada kaum Ad:
يَا قَوْمِ لاَ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ أَجْرِيَ إِلاَّ عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
“Hai Kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidak kah kamu memikirkannya ?” (QS 11:51).

Demikian juga terhadap Nabi dan Rasul lainnya, mereka yang bergerak di jalan dakwah tidak pernah meminta upah dari apa yang mereka perjuangkan. Sehingga akan aneh rasanya kalau pada saat ini banyak ulama, kyai atau pun ustadz yang mengharapkan upah, mengusahakan perniagaan atau pun mengkomersialisasikan dakwah Islam.

Sehingga terjadi bahwa seorang ustadz bisa merangkap sebagai artis dan begitu juga sebaliknya. Hal ini kontardiktif dengan contoh tauladan yg telah dicantumkan dalam al-Qur’an.

Akibatnya adalah percampuran antara kebenaran yg disampaikan dengan aspek komersial dan bisnis.

Sudah menjadi takdir dan ketentuan Allah, bahwa mencampurkan kebenaran dengan aspek komersial dan bisnis tidak akan menghasilkan kesuksesan bagi dakwah Islam. Tidak akan mampu menyentuh hati nurani insan apabila dakwah dikaitkan dengan kepentingan bisnis.

Apabila anda membuat proyek film bernafaskan dakwah Islam, atau membuat acara musik, tabligh akbar atau pun membuat tulisan untuk buku yang bernafaskan dakwah Islam, maka jangan lah kemudian aspek komersial dan bisnis dikedepankan, karena anda tidak akan pernah dapat mencapai kesuksesan keduanya secara bersamaan. Kuncinya hanyalah keikhlasan dalam berdakwah.

Sebagaimana Khadijah (yang semoga Allah merahmatinya), di akhir hayatnya, mengikhlaskan seluruh harta kekayaannya untuk kepentingan dakwah. Sadar se sadar-sadarnya bahwa dakwah tidak akan pernah mendatangkan keuntungan bisnis, meskipun hal itu dijalankan oleh seorang Rasul sekalipun.

Mulai sekarang janganlah kita mengkomersialisasikan dakwah Islam, karena yg dituntut Allah dalam dakwah adalah keikhlasan. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 17.05