Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 31 Desember 2015

Anda Boleh Mengatakan Bahwa Kami Sedang Bermimpi

Dalam suatu pengajian guru menyampaikan sebuah pesan baik untuk penganut aliran Sunni maupun untuk penganut aliran Syiah. Guru mengingatkan bahwa kita semua hendaknya kembali kepada suatu komitmen yang sama yaitu kepada dua kalimat syahadat.

Begitulah dua kalimat syahadat yang diucapkan dan diperjuangkan oleh para Nabi dan Rasul hingga pada rasul terakhir Muhammad saw. Tidak menambahkan atau menguranginya, karena itulah sumpah kesaksian yang sudah diajarkan oleh Allah swt melalui Rasul-Nya.

Mempercayai ajaran suatu imam atau beberapa imam tertentu tidak menjadikan kita harus menambahkan isi dari kalimat Syahadat tersebut. Anda boleh saja mengikuti ajaran dari imam Syafi’i, Hambali, Hanafi, Maliki atau imam lainnya, tapi itu tidak menjadikan anda harus menambahkannya dalam kalimat Syahadat.

Marilah kita meninggalkan sejarah kelam di belakang untuk menciptakan masa depan yang lebih gemilang. Menghentikan masa-masa permusuhan, sudah tidak ada gunanya lagi untuk mempertahankan permusuhan, kebencian dan saling menyalahkan antara penganut Sunni dan Syiah. Tidak lagi relevan untuk membawa permusuhan antara pendukung Ali ra dengan pendukung Khulafaur Rasyidin lainnya. Generasi yang ada saat ini dan yang akan lahir kemudian tidak ada sangkut pautnya dengan permusuhan dan perbedaan ini.

Guru mengajak kita semua untuk kembali kepada ajaran asli Rasullullah saw, itulah ajaran yang sebenar-benarnya. Menghentikan permusuhan dan melenyapkan perbedaan, kembali kepada ajaran Rasullullah saw. Apabila ada yang tidak jelas, marilah kita gali sampai menemukan suatu kebenaran atasnya, jangan kemudian berselisih dan berpecah belah. Apabila ada suatu hal yang tidak mungkin lagi dapat dicari kebenaran aslinya dari zaman Rasullullah saw dahulu, maka tinggalkanlah. Karena sesuatu yang tidak ada pengetahuan kita atasnya maka tidak ada kewajiban bagi kita untuk melaksanakannya.

Mari kita kembali kepada komitmen dua kalimat Syahadat, mari kita kembali kepada ajaran asli Rasullullah saw dulu dan menghapus fanatisme mazhab dan aliran, menghapus perbedaan dan permusuhan. Kembali kepada akar mula Islam diajarkan dan dilaksanakan oleh Rasullullah saw dahulu. Zaman dimana tidak ada mazhab dan aliran, tidak ada Sunni dan Syiah, tidak ada penyelewengan dan tidak ada perpecahan. Umat Islam yang bersatu padu. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.11