Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 01 Januari 2016

Tahun Baru Masehi

Tahun baru adalah siklus tahunan lingkungan alam di bumi dan juga manusia serta hewan yang hidup di dalamnya untuk menyesuaikan diri dengan siklus perputaran matahari. Lingkungan seperti pepohonan dan hewan harus menyesuaikan diri terhadap siklus matahari dalam rangka untuk mempertahankan kehidupannya, menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim dan cuaca serta kedudukan bumi terhadap matahari. Demikian juga halnya dengan manusia.

Allah swt telah menetapkan perputaran dan rotasi tiap-tiap benda langit termasuk juga bumi sedari awal sejarah penciptaannya dengan maksud agar supaya manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tersebut menyadari waktu. Kapan waktu untuk tumbuh, waktu untuk berkembang, menggugurkan daun dan kemudian bersemi kembali. Begitu juga hewan seperti halnya beruang kutub, harus tahu kapan waktunya untuk berburu, makan sebanyak-banyaknya lalu tidur selama musim dingin berlangsung.

Akan tetapi kalau kita melihat lebih jauh ke alam semesta yang lebih luas lagi, maka akan ada siklus yang jauh lebih besar dan lebih lama lagi. Matahari pun ternyata mengelilingi pusat galaksi Bimasakti selama 225 ~ 250 juta tahun lamanya. Dan seterusnya galaksi-galaksi pun ternyata saling bergerak satu sama lainnya dalam satu garis edar yang tertentu.

Tanpa rotasi dan revolusi dari benda-benda langit itu, maka tidak akan ada siklus, tidak akan ada kehidupan demikian juga tidak akan ada waktu. Maksudnya adalah waktu tidak dapat didefinisikan dengan mudah, karena definisi waktu secara mudahnya adalah diukur dari perputaran benda-benda langit itu.

Dalam al-Quran Allah swt menjelaskan:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلاَّ
بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآياتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan" (QS. Yunus : 5)

Merayakan dan menjadikan tahun baru sebagai momentum untuk menentukan target baru bukan lah sesuatu yang diperintahkan dalam agama Islam tetapi juga bukan sesuatu yang dilarang. Semata-mata agar supaya kita dapat menjadikan ini sebagai tonggak waktu untuk mengevaluasi kesalahan kita di tahun sebelumnya dan sekaligus menetapkan rencana untuk memperbaikinya di tahun berikutnya. Waktu berjalan dan terus bergerak maju tanpa bisa dihentikan, peradaban manusia harus bergerak lebih baik dan lebih maju lagi. Kita belum mencapai Mars. (AK)

Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.47