Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 01 Januari 2016

Perang Yang Abadi

Peperangan adalah suatu peristiwa yang sudah terjadi semenjak dulu kala, dilakukan oleh hampir semua mahluk di bumi ini yang diciptakan Allah swt sebelum manusia. Bangsa hewan mulai dari yang paling kecil sampai dengan dinosaurus melakukan peperangan untuk bersaing memperebutkan sumber makanan. Sampai dengan bangsa jin yang diciptakan sebelum manusia juga melakukan peperangan diantara kaum mereka untuk memperebutkan daerah kekuasaan dan pengaruhnya.

Sepertinya peperangan adalah suatu fenomena alamiah dari suatu mahluk ciptaan Allah sebagai mekanisme alam untuk menghasilkan makhluk yang unggul dan superior saja yang akan bertahan hidup dan kemudian menurunkan keturunannya sebagai pewaris bumi ini. Suatu mekanisme persaingan yang unik dan banyak menumpahkan darah.

Hal inilah yang kemudian diprotes oleh para malaikat ketika Allah mengungkapkan kehendakNya untuk menciptakan seorang khalifah di muka bumi ini. Karena sudah menjadi mekanisme yang umum saat itu bahwa untuk menghasilkan kaum atau bangsa yang akan memimpin bumi ini diperoleh dengan cara peperangan dan pertumpahan darah, sebagai cara seleksi alam yang paling alamiah. Diaog ini direkam dalam al-Quran sebagai berikut ini:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS 2:30)

Ternyata sejarah membuktikan bahwa kepemimpinan ini tidak dihasilkan dari proses peperangan dengan pertumpahan darah sebagaimana yang dikhawatirkan oleh para malaikat itu sebelumnya. Mereka para malaikat itu diperintahkan Allah swt untuk secara suka rela bersujud kepada Adam as sebagai tanda pengakuan kekhalifahan Adam as dan keturunannya di bumi ini. Mereka semua tunduk sujud kepada Adam as, kecuali iblis. Maka dia termasuk dari makhluk Allah yang membangkang dan terkutuk. Itulah sejarah awal mula permusuhan abadi antara Adam as dan keturuanannya melawan iblis dan keturunannya.

Perrmusuhan ini pun direkam dalam al-Quran surat al-Hijr ayat 31-42. Iblis sudah bersumpah akan menyesatkan anak cucu Adam as dari jalan Allah yang lurus sampai dengan hari kiamat.

Ini lah awal mula peperangan abadi antara manusia melawan iblis. Suatu perang yang direstui oleh Allah swt terjadi sepanjang sejarah manusia sampai dengan hari kiamat nanti.

Perang antar manusia, seperti perang dunia I dan perang dunia II, atau perang Arab-Israel, atau perang antara sekutu dengan ISIS, pada hakekatnya adalah peperangan yang tidak disukai oleh Allah swt. Bagaimana mungkin manusia yang satu memerangi manusia yang lainnya, saling bunuh dan saling bantai. Terlepas dari pihak mana yang benar dan mana yang salah, pada dasanya hal itu adalah kekalahan untuk manusia. Siapapun pemenangnya sudah pasti iblis akan berbahagia, karena apabila manusia saling membunuh dan menumpahkan darah maka bangsa iblis akan merasa menjadi pemenangnya.

Sekali lagi guru mengingatkan murid-muridnya bahwa peperangan itu semestinya adalah melawan musuh abadi umat manusia, yaitu iblis. Bukan memerangi umat manusia lainnya, anak cucu Adam as. Karena pada hakekatnya semua manusia adalah saudara.

Nah, pernahkah anda mendengar atau mengetahui bahwa suatu organisasi Islam atau organisai keagamaan tertentu membuat suatu program untuk memerangi iblis? Pernahkah anda mendengar ceramah atau khutbah dari suatu ulama tertentu yang mengajak jamaahnya untuk ikut berperang melawan iblis? Belum pernah? ini benar-benar suatu kekeliruan pemikiran umat yang besar. Tipu daya iblis yang nyata.

Nah, kalau demikian bagaimana cara kita memerangi iblis?

Musuh kita itu tidak terlihat, ghaib, jadi cara memeranginya juga tidak dengan senjata, bom atau bahan peledak. Berdasarkan dari pengalaman hidup yang lama dan penelitian terhadap bangsa iblis, maka guru menyimpulkan cara untuk memerangi iblis ialah dengan membentengi diri pribadi manusia dari godaan iblis. Secara spiritual dengan banyak berzikir mengingat Allah melalui bacaan SIS (Syahadat, Istigfar dan Sholawat), kemudian secara implementasi dalam kehidupan nyata adalah dengan menjunjung sikap Sabar, Jujur dan Ikhlas. Itulah bentuk jihad yang nyata, jihad melawan iblis, jihad yang besar.

Jihad yang sebenar-benarnya adalah bukan melawan manusia, tapi melawan hawa nafsu, mengendalikan diri agar berjiwa Sabar, Jujur dan Ikhlas. Jihad melawan iblis.

Al-Quran merekam pernyataan ini dalam surat al-Hijr sebagai berikut:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS 15:39)

إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” (QS 15:40)

Peperangan melawan iblis tidak sama seperti peperangan lainnya. Perang ini berlangsung sepanjang masa, tidak akan pernah berhenti. Hingga sampai hari kiamat kelak. Sebagai wujud dari janji Allah swt terhadap permintaan iblis untuk menangguhkan masa waktu permusuhan ini sampai dengan hari kiamat kelak.

Seluruh umat manusia, mari kita bersatu melawan iblis, menjadi prajurit jihad yang sebenarnya, maju ke medan peperangan abadi sampai hari kiamat kelak. Suatu perang yang abadi. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.56