Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 4 Juli 2015

Membangun Masjid Jangan dengan cara Meminta-minta

Seringkali kita menemukan kejadian di pinggir jalan: beberapa orang mengumpulkan sumbangan untuk keperluan pembangunan suatu masjid di daerah sekitarnya.

Paling tidak ada 3 hal yang menjadi permasalahan terhadap masalah ini:
1. Meminta sumbangan di pinggir jalan tidak akan menjadikan anda menjadi orang yang terhormat
2. Anda juga tidak dapat memastikan uang yang disumbangkan itu adalah uang halal yang suci ataukan uang haram, karena kita tidak mengenal dengan baik si penyumbang
3. Meminta sumbangan dari setiap orang yg melalui jalan tersebut berarti tidak menjadikan masyarakat sekitarnya menjadi penyumbang dan pemrakarsa utama pembangunan masjid

Masjid seharusnya merupakan tempat suci, tempat masyarakat sekitarnya mensucikan diri mereka dan sudah semestinya masjid dibangun dari niat dan dana yang suci. Tanpa jaminan kesucian dana pembangunan, maka masjid tidak akan dapat menjadi tempat untuk mensucikan diri.

Oleh sebab itu Kami menghimbau seyogyanya pembangunan sebuah masjid tidak dilakukan dengan meminta-minta sumbangan di pinggir jalan, akan tetapi dana dikumpulkan hasil sumbangan dari masyarakat sekitarnya. Apabila masyarakat sekitar mayoritasnya memang menghendaki masjid dibangun lebih besar, maka masyarakt itu juga yang akan memberikan sumbangan untuk pembangunannya. Setelah masjid selesai dibangun, maka masjid itu akan sesak dipenuhi oleh masyarakat sekitarnya.

Akan tetapi yang sering terjadi adalah: masyarakat sekitar tidak memiliki keinginan atau tekad untuk memakmurkan masjid, pengurus masjid mengumpulkan dana pembangunan dengan meminta-minta di pinggir jalan, lalu masjid dibangun secara besar-besaran. Pada akhirnya setelah masjid besar sudah selesai dibangun, jamaah yang datang ke masjid sedikit dan masjid selalu sepi. Karena sesungguhnya masyarakt sekitar masjid memang tidak memiliki tekad dan kehendak yg kuat untuk memakmurkan masjid.

Keberkahan suatu masjid tergantung dari bagaimana masjid tersebut dibangun dan bagaimana masyarakat sekitar masjid memiliki tekad untuk mensucikan diri. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 00.40