Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 11 Januari 2016

Apa itu Islam Kaffah ?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara Kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2 : 208)

Guru mengajarkan murid-muridnya untuk senantiasa berzikir dalam hati mengingat Allah dengan bacaan Syahadat. Dengan demikian maka hati dan jiwa ini akan senantiasa ber-Syahadat sepanjang masa.

Zikir dan mengingat Allah itu tidak hanya pada saat Sholat saja, diluar waktu sholat pun guru mengajarkan murid-muridnya untuk berzikir mengingat Allah. Zikir Istigfar dan juga Sholawat kepada Rasullullah saw. Dengan demikian maka hati dan jiwa ini senantiasa ber-zikir kepada Allah sepanjang hayat, selayaknya orang yang sholat sepanjang masa.

Guru juga memberikan pelajaran kepada murid-muridnya bagaimana seorang manusia dapat satu kali menyantap makanan untuk kebutuhan tubuh selama tiga hari. Setelah menyantap makanan pun guru kemudian menyuruh murid-muridnya untuk tetap menahan hawa nafsu dari makan. Sehingga dengan demikian maka kita diajar untuk menahan hawa nafsu setiap saat, itulah yang dinamakan dengan puasa setiap hari, puasa sepanjang hayat, puasa selamanya.

Kemudian guru mengajarkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa membersihkan diri dan jiwanya dengan banyak-banyak ber-zikir dengan istigfar. Membersihkan diri inilah bentuk dari zakat yang sebenarnya, yaitu mensucikan diri dari dosa dan kotoran dengan banyak-banyak ber-istigfar kepada Allah swt. Inilah hakekat dari zakat sepanjang masa.

Berhaji pada hakekatnya adalah memenuhi panggilan dan undangan untuk menjadi tamu Allah. Menghadap langsung Allah dan ber-Tauhid kepada Allah swt. Tidak hanya di Baitullah saja, seseorang hendaknya senantiasa merasa menjadi tamu Allah setiap saat. Dengan iman yang kuat kepada Allah setiap saat dan di segala tempat, menjadi orang yang beriman kepada Allah maka pada hakekatnya seseorang telah berhaji sepanjang masa.

Ber-Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Ber-Haji sepanjang masa. Itulah makna dari Islam yang Kaffah. Tanpa itu maka seseorang hanya menjalankan Islam di separuh waktu saja. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.38