Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 12 Januari 2016

Negeri Pembuktian Ajaran Islam

Indonesia adalah satu-satunya negeri yang berdasarkan Tauhid, dengan dasar Pancasila dimana sila pertamanya dengan tegas menyatakan negara berdasarkan kepada “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Oleh sebab itulah maka Allah azza wajala mentakdirkan bahwa suatu saat nanti negeri ini akan menjadi negeri pembuktian ajaran Islam.

Konsep dan dasar-dasar ajaran Islam lahir dan dicetuskan kembali oleh Rasullullah Muhammad saw di tanah Arab, akan tetapi kemudian setelah Nabi Muhammad saw wafat maka terjadilah kemunduran dan penyelewengan dalam ajaran Islam. Negeri yang damai dan sejahtera serta membawa kemakmuran karena berkah dan rahmat dari Allah serta dalam naungan ampunan Allah tidak pernah terwujud. Buktinya adalah sepeninggal Rasullullah saw negeri Madinah dan Mekkah tidak pernah sepi dari pertikaian dan kerusuhan.

Khalifah Umar bin Khatab ra tewas karena dibunuh pada saat menjalankan sholat Shubuh. Khalifah Utsman bin Affan ra juga tewas karena ditusuk pedang dalam suatu kerusuhan di ibukota kekhalifahan. Demikian juga dengan penggantinya sayidina Ali bin Abi Thalib ra, beliau tewas ditikam dari belakang pada bulan Ramadhan saat membangunkan orang-orang untuk sholat. Pada saat pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib inilah terjadi perang Jamal dan perang Shiffin antara pasukan khalifah melawan pasukan al-Jama’ah (sekutu) yang dipimpin oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Ummul Mukminin A’isyah ra, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin al-Awwam.

Kemudian keturunan beliau (cucu dari Nabi Muhammad saw) juga mengalami nasib yang tragis. Hasan bin Ali bin Abi Thalib tewas setelah diracun dan adiknya Husain bin Ali bin Abi Thalib tewas di padang Karbala dan kepalanya dipenggal.

Demikianlah perilaku dari penduduk Mekkah yang sangat keras terhadap kejahiliyahan dan kekafiran, sehingga semasa hidup pun Nabi hampir saja putus asa menghadapi orang-orang Arab di Mekkah.

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلاَّ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.” (QS 26:3)

Dalam al-Qur’an di surat at-Taubah ayat 97 terhadap karakter orang-orang Arab ini Allah berfirman:
الأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلاَّ يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
"Orang-orang Arab itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS 9: 97)

Sejarah telah membuktikan kebenaran dari firman Allah tersebut, terbukti setelah Nabi Muhammad saw wafat maka kemudian terjadi pertikaian dan setelah itu ajaran Islam dirusak oleh pengikutnya sendiri dengan membuat jutaan hadits-hadits palsu. Akibatnya umat Islam terpecah-pecah secara politik (sunni vs Syi’ah) dan juga terkotak-kotak secara mazhab (Syafi’i, Hanafi, Hambali dan Maliki). Sampai akhirnya terpecah-pecah lagi secara pemikiran dan organisasi di beberapa negara muslim. Tidak bisa disangkal lagi bahwa sepeninggal Nabi Muhammad saw Islam mengalami masa kemunduran.

Apabila kita menaruh harapan terhadap masa depan Islam, maka pembuktian dari ajaran Islam itu akan muncul kembali di panggung peradaban dunia. Bukan dari tanah Arab, melainkan dari negeri Indonesia. Dari negeri inilah akan bangkit suatu era baru, era dimana ajaran Islam dipraktekan dan diterapkan secara murni, inilah era kekhalifahan kelima. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.47