Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 19 Februari 2016

Sekali Lagi Tentang Tipu Daya Iblis

Sungguh suatu karunia yang besar apabila manusia diijinkan Allah swt untuk dapat mengenali dan meng-identifikasi iblis. Sudah pasti diri dan sahabat-sahabatnya akan terhindar dari tipu daya iblis yang dilaknat Allah.

Dalam perilakunya iblis kerap sekali menggoda manusia dan jin untuk dimanfaatkan atau disesatkan dari jalan yang lurus.

Sebagai contoh misalnya adalah satu kasus tipu daya iblis sebagai berikut ini. Di suatu daerah di Indonesia iblis telah merasuki tubuh seorang manusia sehingga orang tersebut menjadi sakit dan tidak waras. Keluarganya telah berikhtiar mengobatinya kesana kesini namun tidak ada hasilnya. Puluhan dokter dan rumah sakit sudah didatanginya namun kesembuhan tidak juga kunjung datang. Bahkan dukun atau orang pintar sekalipun tidak berhasil menyembuhkannya.

Kemudian datang seorang penyebar agama, dia kemudian mengajarkan suatu ajaran agama yang sebenarnya merupakan ajaran yang sesat. Penyebar agama tersebut mengajarkan doa dan permintaan kepada suatu berhala yang dikatakannya sebagai tuhan. Dan ajaib, setelah permohonan kepada tuhan berhala orang yang tadi sakit mendadak bisa sembuh.

Pertanyaan: benarkah ajaran penyebar agama tadi? Apakah tuhan yang sebenarnya itu adalah berhala?

Fenomena seperti ini lah yang banyak kita dapati di segala penjuru dan pelosok negeri ini. Terjadi dalam masyarakat Islam maupun masyarakat non-Islam. Bahwa dengan doa tertentu kepada tuhan tertentu maka seseorang yang sebelumnya sakit mendadak bisa sembuh.

Padahal fakta sebenarnya adalah iblis yang sebelumnya merasuki tubuh manusia kemudian pergi keluar dari tubuhnya. Sesederhana itulah. Sehingga kemudian orang tadi menjadi sembuh dari penyakitnya. Kejadian ini tidak ada hubungan dan relevansinya sama sekali dengan benar atau tidaknya doa atau permintaan orang tadi. Tidak bisa dijadikan dasar bahwa ajaran agama tertentu itu menjadi benar.

Inilah salah satu contoh tipu daya iblis dan banyak sekali kasus semacam ini dijadikan dasar pembuktian kebenaran ajaran suatu agama. Apabila anda berdoa kepada tuhan X, kemudian setelah itu doa dan permintaan anda mendadak menjadi terkabul, seakan-akan mukjizat telah terjadi, padahal itu bukan berarti bahwa tuhan X itu ada.

Saudaraku, sadarilah bahwa untuk membuktikan kebenaran suatu ajaran atau agama bukan dengan cara seperti ini. Apabila suatu permintaan atau doa terkabul, apabila ada suatu kejadian istimewa dan tidak normal terjadi, maka itu semua tidak boleh dijadikan dasar untuk membuktikan kebenaran atau al-Haq.

Kebenaran atau al-Haq itu akan diturunkan dengan sendirinya kepada manusia dari Allah swt langsung setelah manusia berikhtiar sepanjang hidupnya untuk mencari dan menemukan kebenaran. Setelah kebenaran itu datang dan tertanam sebagai bibit dalam sanubari qalbu seseorang maka kemudian akan tumbuh dalam qalbu orang tadi apa yang disebut dengan iman. Dengan dasar inilah maka seseorang yang beriman dan ber-Tauhid tidak mungkin dapat digelincirkan oleh tipu daya iblis.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ
َنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

“Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.” (QS 47:2)

Keyakinan dan Iman kepada Allah swt adalah sesuatu yang tidak memerlukan lagi pembuktian, dia adalah karunia dari Allah swt yang tumbuh sendiri di dalam qalbu. Tidak bisa dibuat dan direkayasa, tidak bisa diupayakan atau dengan sengaja didatangkan, karena itu adalah pemberian langsung dari Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.47