Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 21 Februari 2016

Mengapa Tidak Boleh Mencampur Sholawat dengan Musik ?

Mencampur Sholawat kepada Rasullullah saw dengan nyanyian dan musik tidak dibenarkan, alasannya adalah karena hal itu sama saja dengan mencampur antara yang Haq dengan yang bathil. Tulisan singkat ini akan menguraikan alasan logis dan faktual mengapa demikian.

Seseorang ahli kitab atau kebanyakan ahli ulama masa kini memiliki kecenderungan untuk mencari pembenaran dari fatwa atau pendapatnya berdasarkan ayat, kitab dan hadits. Padahal kita semua mengerti bahwa ayat Allah yang tercantum dalam kitab hanyalah sebagian kecil saja, lebih banyak lagi ayatNya yang justru tersebar di alam semesta dan juga di dalam diri manusia tiu sendiri. Tetapi sayangnya tidak banyak dari para ulama kita yang berusaha menggali ayat-ayat Allah ini dari alam semesta dan dari dalam diri manusia itu sendiri.

Nah, marilah dalam hal ini kita mengupas permasalahan menyanyikan dan memainkan musik untuk mendendangkan Sholawat ini berdasarkan fakta dan hasil investigasi dari interaksi diri manusia dengan iblis.

Bernyanyi atau memainkan alat musik tidaklah diharamkan akan tetapi entah apa sebabnya iblis senang sekali dengan nyayi-nyayian dan permainan musik. Mungkin juga karena dengan nyayian dan permainan musik tersebut diri ini akan mudah menjadi lengah dan terpedaya. Jadi musik memiliki kekuatan untuk membuat terlena dan memperdayakan.

Setiap kali anak Adam mendendangkan nyayian dan memainkan alat musik, iblis kerap sekali muncul dan merasuki diri manusia, apalagi kalau musik tersebut mampu menghanyutkan rasa dan fikiran maka iblis mudah sekali merasukinya.

Hal ini kami buktikan sendiri dari pengalaman sehari-hari, jadi bukan berdasarkan ayat atau hadits atau pendapat ulama tertentu, tapi berdasarkan fakta nyata. Pembaca yang penasaran boleh membuktikannya sendiri, coba periksa saja diri kita sendiri tatkala kita tengah hanyut dalam dendang musik. Periksa dan rasakan sendiri siapakah yang kemudian merasuki diri tatkala itu, lalu tanyakan siapakah dia. Semakin anda terlena maka semakin mudah anda untuk dirasuki dan diperdaya oleh mahluk itu. Itulah iblis yang sangat menyukai musik, seakan-akan musik sudah menjadi kitab sucinya.

Dengan demikian apabila anda sedang menikmati musik maka bersiap-siaplah untuk menahan hasutan iblis dan setiap kali anda tersadar maka buanglah iblis dari dalam diri anda. Begitulah mungkin aturan pakainya apabila anda hendak menikmati musik. Musik tidak haram, tetapi anda harus siap untuk mengenyahkan iblisnya.

Sholawat, ayat-ayat suci al-Qur’an adalah kalimat-kalimat suci yang diturunkan dari Allah swt langsung melalui RasulNya. Itu adalah kalimat-kalimat dari al-Haq. Apabila kalimat-kalimat tersebut didendangkan dengan musik, maka iblis tetap saja akan menyukainya dan akan merasukinya. Akibatnya adalah orang-orang yang mendendangkan Sholawat dengan musik akan dirasuki oleh iblis sehingga karena pengaruh musik tersebut seseorang akan mudah untuk terlena.

Terlena adalah kondisi yang sangat disukai oleh iblis, oleh sebab itu tidak peduli apa pun yang tengah didendangkan asalkan terlena maka iblis menyukai kondisi tersebut. Dengan demikian Sholawat yang sebenarnya adalah bagian dari kalimat al-Haq telah tercampur dengan iblis yang bathil. Begitulah logikanya mengapa tidak diperbolehkan mendendangkan kalimat suci dengan musik.

Menyanyikan kalimat-kalimat lain seperti puisi buatan manusia dengan menggunakan musik boleh-boleh saja, karena toh tidak diharamkan. Akan tetapi sekali lagi ingat aturan pakainya, jangan terlalu terlena dan sampai diperdaya oleh iblis yang menyertainya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.11