Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 22 Februari 2016

Mengenal Diri Sendiri Mengenal Allah

Jazirah Arabia, padang pasir, sejauh mata memandang ke arah manapun yang ada hanya hamparan lautan padang pasir. Sunyi dari bunyi selain tiupan angin yang menerbangkan debu pasir. Tidak ada hewan, tidak ada air, tidak ada jalan, tidak ada apa pun selain hamparan pasir. Begitu luasnya hamparan samudera pasir, begitulah kehidupan di jazirah arabia sepanjang sejarah berabad-abad lamanya.

Dalam kehidupan ditengah samudera padang pasir yang luas, tidak diperlukan pemikiran yang mendalam dan jelimet, yang diperlukan hanyalah suatu pemikiran yang sederhana. Sesederhana hamparan alam padang pasir. Justru kesederhanaan itulah yang akan menuntun anda untuk bisa hidup dan bertahan di tengah kehidupan padang pasir yang keras.

Dalam kehidupan beragama, apabila anda melihat ajaran Islam sebagai sekumpulan dalil dan hukum atau fatwa yang jelimet, rumit dan tidak mudah, maka sadarilah bahwasanya anda telah mengikuti jalan beragama dengan cara yang salah. Jalan yang menyesatkan dan tidak akan membawa anda mencapai tujuannya.

Apabila anda mengira bahwa tujuan anda beragama Islam adalah surga, maka sadarilah bahwasannya itu adalah tujuan yang salah. Karena hampir keseluruhan para pejalan dan petualang sejati mereka menempatkan tujuan akhir dari perjalanannya pada Allah swt.

إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 11:4)

Dalam beberapa kali kesempatan guru menerangkan bahwa apabila anda mempelajari al-Qur’an dan membuka kitab-kitab hadits, kitab-kitab yang disusun oleh imam dan ulama Islam, maka dijamin anda tidak akan sampai kepada kebesaran Allah. Sebagaimana seseorang yang mempelajari dan menghafal keseluruhan buku petunjuk lalu lintas dan peta, maka tanpa anda menjalani petunjuk dan peta tersebut kedalam sebuah perjalanan, anda tidak akan sampai kemana-mana.

Apabila anda tertarik untuk melakukan perjalanan spiritual menuju Allah, maka alangkah baiknya apabila anda memulainya dengan melakukan perjalanan untuk menyelami diri anda sendiri. Bukan pergi ke Mekkah, atau ke pelosok padang pasir atau ke tempat-tempat yang jauh. Justru perjalanan yang paling penting adalah menuju kepada diri anda sendiri.

Setiap orang yakin bahwa di dalam dirinya ada ruh, tapi pernahkah anda merasakan dan menyadari ruh anda sendiri? Merasakannya dan Mengenalinya. Ini bukanlah perjalanan yang singkat dan pendek untuk dapat sampai pada titik ini, anda harus menempuh dan mampu mengatasi beberapa penghalang dan rintangan terlebih dahulu.

Di dalam diri setiap manusia tidak hanya ada jiwa/sukma, ruh jasadiyah, tapi juga ada ruh sulthoniyah yang berasal dari Nur Muhammad yang hidup di atas Nur Allah. Nah, mengapa anda tidak memulainya dari sini? Bahwa dengan mengenal ruh anda sendiri maka anda akan dapat mengenal Nur Allah.

Seseorang syaikh atau ulama yang gemar membolak balik kitab atau hadits mungkin memiliki banyak sekali hujjah atau pendapat tentang mengenal Allah dan pertemuan dengan Nur Allah ini. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengalaminya sekali saja maka anda dapat mengetahui dan menilai apakah pendapat syaikh tadi benar atau salah.

Barangsiapa yang sudah mengenal Nur Allah maka dia akan sadar bahwa dirinya adalah bodoh, karena hanya kepada orang-orang yang mampu mengesampingkan ego dan intelgensianya sajalah Nur Allah ini akan hadir. Anda akan menyadari bahwa sesungguhnya semua ini ternyata adalah sederhana, Allah telah menciptakan semua ini dari sesuatu yang justru sangat sederhana.

Dari balik gua Hira di utara kota Mekkah terpampang hamparan padang pasir yang luas, tidak ada apa-apa selain pasir yang ditiup angin. Semuanya serba sederhana, tidak diperlukan pemikiran yang rumit tapi justru dari pemikiran yang paling sederhana itulah akhirnya Nur Allah bersinar terang di dalam qalbu Muhammad saw. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 00.58