Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 26 Februari 2016

Kedudukan Wanita Seperti Yang Dikehendaki Allah

Ajaran Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan wanita, ini terbukti antara lain bahwa salah satu surat dalam al-Qur’an bernama an-Nisa (Wanita). Literatur-literatur dan buku-buku Islam juga telah banyak mengupas tentang konsep ajaran Islam dalam menjunjung tinggi kedudukan wanita. Mulai dari tata cara berpakaian dan berhijab, aturan pergaulan dengan wanita sampai kepada masalah perkawinan atau perceraian dan aturan bagi ahli waris.

Pada saat pertama kali Nabi Adam as diciptakan, Allah kemudian menciptakan siti Hawa sebagai teman dan pendamping hidup Nabi Adam as. Walaupun sama-sama manusia, akan tetapi karakter siti Hawa, wanita, ternyata berbeda dengan karakter Nabi Adam as. Wanita ternyata memiliki sensitivitas perasaan yang lebih peka, akan tetapi tingkat rasionya lebih rendah dibandingkan dengan pria, Nabi Adam as. Inilah yang mengakibatkan siti Hawa lebih mudah diperdaya oleh iblis dibandingkan dengan Nabi Adam as untuk mendekati dan memakan buah terlarang itu. Dan akhirnya terbukti bahwa Nabi Adam as dapat diperdaya oleh iblis lewat hasutan melalui siti Hawa, sehingga akhirnya mereka pun terusir dari surga.

Berdasarkan fakta sejarah inilah maka di kemudian hari sepanjang sejarah manusia di muka bumi ini, iblis memanfaatkan wanita untuk menggoda manusia. Jumlah pasukan iblis saat ini yang ditugaskan untuk mengawal dan menguasai wanita jauh lebih banyak dibandingkan dengan pria. Iblis menancapkan pengaruhnya untuk mengeksploitasi wanita sebagai penggoda untuk memperdaya manusia.

Tidak tanggung-tanggung, sebuah bangsa bisa hancur lantaran godaan iblis melalui wanita.
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berganti generasi di atasnya lalu melihat apa yang kalian perbuat. Maka jagalah diri kalian dari dunia dan wanita karena sesungguhnya awal musibah yang menimpa Bani Israil ada pada wanita.” [H.R. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriz].

Dalam sejarah manusia juga tercatat bagaimana seorang wanita bernama Cleopatra memperdaya kaisar Romawi Julius Caesar dan Marcus Antoinus, sehingga terjadi pergolakan dan bahkan perang besar di teluk Actium yang menewaskan banyak sekali manusia. Pada tahun 1963 sekretaris negara urusan perang Inggris bernama John Profumo berselingkuh dengan seorang wanita Christine Keeler yang ternyata adalah agen mata-mata Rusia. PM Italia Silvio Berluconi, Presiden Amerika Bill Clinton serta Presiden Perancis Nicolas Sarkozy hancur reputasinya dikarenakan skandal dengan wanita.

Akan tetapi meskipun demikian, wanita yang juga adalah ibu bagi manusia adalah sosok yang sangat menentukan nasib manusia dan masa depan suatu bangsa. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

Dalam sejarah manusia ternyata banyak juga wanita-wanita luar biasa yang tidak mampu diperdaya oleh iblis, misalnya seperti siti Hajar, Maryam, siti Khodijah, Cut Nyak Dhien atau Dewi Sartika. Seorang manusia yang hebat pasti telah dilahirkan oleh seorang ibu yang hebat juga, yang telah mendidiknya dengan ketulusan dan keteguhan yang luar biasa. Seorang ibu di Jepang bernama Zho Hanjun ditemukan tewas tengah memeluk anaknya demi untuk melindunginya dari reruntuhan gempa. Anaknya sendiri kemudian dapat diselamatkan karena pengorbanan nyawa ibunya itu.

Guru mengajarkan murid-muridnya untuk memperlakukan wanita dengan baik, karena bagaimanapun juga mereka adalah sahabat setia kita di dunia ini. Allah menghendaki agar wanita menjadi teman kita dalam memerangi iblis, karena sebenarnya semua dari kita dilahirkan untuk menjadi pahlawan dari perang ini, menjadi pribadi yang luar biasa. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.53