Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 28 Februari 2016

Sunnah Rasul di Malam Jumat

Sungguh suatu kebohongan besar bahwa ada Sunnah Rasul untuk menggauli istri di malam Jumat, tidak itu sama sekali tidak ada. Mungkin karena ada suatu hadits yang berbunyi seperti berikut ini:
"Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.” Dalam hadits yg lain disebutkan sama dengan membunuh 1000 atau 7000 yahudi.

Hadits ini adalah hadits palsu, buatan iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus.
1. Tidak ada perintah Allah untuk membunuh orang yahudi, karena orang yahudi itu bukan musuh kita, musuh kita adalah iblis. Nabi Ibrahim as adalah salah seorang nenek moyang dari bangsa yahudi, begitu juga Nabi Yakub as, Nabi Musa as adalah keturunan yahudi begitu juga Nabi Isa as. Apakah anda bermaksud akan membunuh mereka karena mereka adalah orang yahudi?
2. Tidak ada satu pun kitab hadits yang ditulis oleh imam Bukhari atau Imam Muslim atau imam Ahmad, dan kitab periwayat hadits Nabi yang mencatat adanya hadits tersebut tadi
3. Malam jumat adalah malam yang suci, dimana Rasullullah saw memerintahkan murid-murid dan para sahabatnya untuk banyak berzikir, sholat tahajud di malam itu. Bukan untuk berhubungan suami istri
4. Rasul sendiri bukan seorang yang haus akan sex, yang menjadwalkan dirinya untuk berhubungan sex di malam jumat. Sungguh suatu tuduhan dan penghinaan yang besar untuk mengatakan bahwa tiap malam jumat Rasul mencontohkan yang demikian itu

Rasullullah saw ada sosok pribadi yang luhur dan agung yang Allah menyatakannya sebagai contoh tauladan bagi manusia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (QS 33: 21)

Begini tingkatan dan kualitas diri seseorang itu: Kebanyakan diantara manusia mereka melakukan perbuatan seperti makan, minum, istirahat, tidur berdasarkan selera dan hawa nafsunya semata, ini adalah derajat yang lebih rendah dari binatang. Derajat yang lebih tinggi dari itu adalah derajat binatang yaitu: manusia yang makan apabila lapar dan segera berhenti makan tatkala perutnya sudah kenyang, istirahat saat lelah dan tidur tatkala mengantuk. Kemudian di atas itu adalah derajat orang-orang yang melakukan perbuatan makan, minum, istirahat, tidur atau berhubungan suami istri berdasarkan penafsirannya terhadap al-Qur’an dan hadits Nabi.

Akan tetapi para Nabi dan Rasul, wali-wali Allah dan orang-orang yang suci mereka itu makan dan minum karena diperintahkan Allah untuk makan dan minum, mereka istirahat, tidur atau melakukan hubungan suami istri karena diperintahkan Allah untuk berbuat demikian. Mereka adalah orang-orang suci yang perbuatannya bukan atas kehendak nafsu, naluri atau fikirannya akan tetapi karena perintah Allah swt. Inilah derajat orang-orang yang beriman yang dikehendaki oleh Allah swt.

Jadi sekali lagi tidak ada Sunnah Rasul di malam jumat untuk berhubungan suami istri, tapi isilah malam jumat itu dengan pengajian, berzikir sebanyak-banyaknya dan sholat tahajud. Itulah Sunnah Rasul yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan Allah berkenan mengangkat derajat kita. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 12.07