Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 17 Maret 2016

Kondisi Darurat LGBT

Bukan hanya darurat Narkoba, negeri ini sebenarnya juga dalam kondisi darurat LGBT saat ini, bahkan bukan hanya negeri ini saja tapi juga seluruh dunia seharusnya menyadari bahwa kita dalam keadaan darurat LGBT sekarang. Berdasarkan perkiraan data statistik tahun lalu, jumlah populasi LGBT adalah lebih dari 3% keseluruhan penduduk dunia, atau sekitar 211 juta jiwa. Apabila seluruh populasi LGBT itu dikumpulkan, maka jumlahnya kira-kira sama dengan keseluruhan jumlah penduduk di timur tengah (Bahrain, Oman, Irak, Iran, Arab Saudi, Yordania, dst) sampai dengan Mesir.

Bisa dibayangkan bahwa populasi LGBT sebesar itu jauh lebih banyak dan lebih besar daripada kaum Nabi Luth di negeri Sodom dahulu. Apabila saat ini kaum LGBT membentuk sebuah negeri sendiri, maka besarnya kira-kira hampir sepuluh kali lipat negeri Australia. Tren populasi LGBT ini tiap tahunnya terus meningkat, dari 3% mungkin sekitar satu dekade kedepan bisa meningkat menjadi sekitar 5%.

Jadi anda, saya dan kita semua sadar bahwa dengan kondisi populasi LGBT seperti ini maka dunia sebenarnya sedang menuju kepada kehancuran global karena azab Allah swt. Sebagaimana negeri Sodom dahulu diazab Allah swt.

Penulis berusaha mencari contoh dari kasus LGBT pada binatang, namun ternyata kita tidak pernah menemui satu kasus pun. Pada binatang tidak pernah ditemukan kasus bahwa ada diantara mereka yang menyukai sesama jenisnya atau ada diantara mereka para binatang yang merubah jenis kelaminnya. Mengapa justru kasus LGBT ini terjadi pada manusia? Sudah demikian rendahnya kah nilai moral dan akal manusia sehingga lebih rendah dari binatang?

Dalam beberapa kesempatan di pengajian, guru memberi wejangan tentang kasus LGBT ini yang tidak lain adalah karena pengaruh iblis. Ya, karena peran iblis dalam menggoda manusia itulah maka diantara manusia kemudian ada yang menuruti keinginan iblis untuk menjadi kaum LGBT. Iblis tidak pernah menggoda hewan sehingga tidak ada kasus LGBT pada binatang.

Beberapa pakar psikologi di Indonesia mengatakan pendapatnya bahwa sebenarnya kasus LGBT adalah bentuk dari penyimpangan jiwa. Namun sayang sekali bahwa ilmu psikologi dan kebanyakan pandangan orang tentang LGBT didasari oleh ilmu sekuler, yaitu ilmu dan pandangan yang tidak mengakui peran iblis dalam mempengaruhi jiwa dan mental manusia.

Jiwa dan perlaku manusia itu adalah hasil dari interaksi pengalaman, pengetahuan, interaksi sosial dengan manusia lainnya, dan juga interaksi antara jiwa manusia itu dengan iblis yang senantiasa menemani setiap manusia. Iblis perempuan akan dapat mempengaruhi perilaku kejiwaan seorang laki-laki sehingga perilaku fisik, kesadaran dan kecenderungan laki-laki tersebut akan menjadi seperti seorang wanita. Demikian juga sebaliknya yang terjadi pada diri seorang wanita jika dipengaruhi oleh iblis laki-laki.

Apabila anda ingin bereksperimen dengan fenomena ini anda dapat mencobanya sendiri untuk membuktikannya. Cobalah untuk berpura-pura berperilaku layaknya kaum LGBT selama beberapa waktu. Hal ini akan mengundang iblis untuk mempengaruhi jiwa anda sehingga anda akan didatangi oleh iblis yang berlainan jenis untuk menghasut jiwa anda agar menjadi golongan LGBT. Hal ini juga yang terjadi pada beberapa kasus korban pelecehan seksual yaitu sodomi pada anak-anak, mereka justru memiliki kecenderungan untuk menjadi pelaku sodomi juga pada saat dewasa.

Jadi LGBT bukanlah merupakan sesuatu wabah penyakit menular, akan tetapi suatu fenomena gerakan iblis secara global yang mempengaruhi jiwa manusia untuk menjadi kaum LGBT.

Solusi dari permasalahan ini bukanlah dengan sekadar ribut dan berdiskusi panjang lebar tentang pro dan kontra LGBT, tentang perlindungan HAM untuk melegalkan LGBT, untuk melegalkan perkawinan sesama jenis, atau untuk memberikan penyuluhan psikologi secara massal. Akan tetapi adalah dengan cara menyerang sumber dari wabah LGBT ini sendiri, yaitu iblis.

Sayang sekali bahwa di negeri ini, sedemikian banyaknya organisasi Islam tetapi tidak ada yang mengakui bahwa semua kasus LGBT ini adalah hasil dari peran iblis. Tidak ada yang mengerti bagaimana caranya melawan iblis. Sedangkan kami di yayasan ini, diajari oleh guru bagaimana mengetahui strategi iblis dan bagaimana cara melawan dan memerangi iblis itu.

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ
“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS 11:82)

Azab adalah Sunatullah (Hukum Allah) sebagaimana Sunatullah-nya hukum gravitasi dan ilmu pasti, jadi azab adalah suatu keniscayaan yang pasti. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 08.44