Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 20 Maret 2016

Ajaran Tentang Sholat

Sholat adalah salah satu dari ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, dia adalah tiang agama bagi seseorang. Namun demikian tiang agama itu tidak akan dapat berdiri tegak tanpa ada pondasi yng kokoh menopangnya. Pondasi dari agama Islam adalah ber-Tauhid kepada Allah swt yang diaplikasikan oleh pernyataan ikrar dua kalimat Syahadat.

Ternyata banyak sekali mitos yang berkembang dalam hal cerita asal muasal sholat itu diperintahkan Allah swt di Sidratul Muntaha ketika Rasullullah saw Mi’raj. Ada yang mengatakan bahwa awalnya perintah sholat adalah 50 kali dalam satu hari, kemudian setelah Rasullullah saw turun dari Sidratul Muntaha kemudian naik kembali untuk meminta keringanan dari Allah swt, demikian seterusnya berkali-kali kejadiannya sehingga akhirnya perintah sholat tadi adalah 5 kali saja dalam satu hari.

Saudaraku, cerita tersebut di atas adalah mitos yang jauh dari kenyataan sebenarnya. Apabila Allah swt sudah menetapkan suatu perintah maka tidak mungkin Nabi saw akan menolak atau meminta keringanan. Jadi cerita tersebut patut untuk dipertanyakan kebenarannya. Berikut ini adalah pernyataan Allah swt tentang hal ini dalam al-Quran:
مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
“Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” (QS 33:38)

Dalam pengajian guru mengajarkan murid-muridnya, walaupun sholat wajib hanyalah 5 kali dilaksanakan dalam sehari akan tetapi hendaknya setiap perbuatan yang kita lakukan dalam satu hari itu mencerminkan perilaku sholat yang 50 kali itu. Ini adalah merupakan suatu pelajaran sholat bagi pemula.

Kemudian wahai Saudaraku, kadangkala pada saat sholat justru kita bisa mengingat sesuatu hal yang terlupakan atau ada suatu ide yang dibisikan kedalam sanubari kita. Apakah ini adalah bagian dari petunjuk Allah kepada kita ?

Sholat itu ditujukan agar manusia banyak mengingat Allah swt, karena memang sebenarnya dalam ibadah sholat itu tidak diperuntukan untuk menerima ilham atau pun petunjuk. Apabila kita kadang-kadang seperti mendapat petunjuk atau diingatkan akan sesuatu hal yang terlupakan, maka sadarilah bahwa sebenarnya itu bukan berasal dari Allah swt melainkan dari godaan iblis.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمْ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (Yang Haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS 20:14)

Untuk tahapan selanjutnya guru mengajarkan bahwa orang-orang yang hatinya sudah mampu untuk senantiasa berzikir mengingat Allah adalah seperti orang-orang yang selama hidupnya senantiasa menyembah Allah swt. Allah memang memerintahkan kita untuk berzikir mengingat Allah swt bukan cuma 5 kali sehari, akan tetapi sebanyak-banyaknya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS 33:41)

Nah, bagaimana mungkin di tengah kesibukan mencari nafkah dan berinteraksi dengan orang lain hati kita mampu senantiasa mengingat Allah ? Ternyata guru menjelaskan bahwa hanya hati yang hidup saja yang bisa melakukannya. Hati yang hidup? Tadinya saya mengira bahwa ini hanyalah sekedar kata kiasan saja sebagaimana pengertian kebanyakan dari kita juga. Akan tetapi guru menjelaskan bahwa hati yang hidup itu, ya memang benar-benar hidup, hati atau qalbu akan berdetak dan di setiap denyutnya qalbu mampu untuk berzikir dengan sendirinya.

Mula-mula qalbu berzikir mengucapkan dua kalimat Syahadat. Dia akan berzikir terus menerus sesuai dengan denyutnya sendiri tanpa diperintah kita, dan secara otomatis akan berhenti sendiri tatkala kita memasuki kamar kecil. Kemudian qalbu kita ternyata selain mengucapkan Syahadat tadi juga bisa berzikir dengan mengucapkan Istigfar dan Sholawat secara bersamaan. Berzikir secara 3 dimensi.

Demikianlah ajaibnya qalbu seorang yang beriman, maka sepanjang waktunya dia akan berzikir mengingat Allah swt. Dengan demikian dari seluruh mahluk Allah, maka qalbu seorang yang beriman adalah organ ruh yang paling berat timbangannya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.55