Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 25 Maret 2016

Islam Tidak Perlu Dibela

Sesungguhnya manusia itu sejatinya adalah lemah, segala kekuatan dan kesanggupan adalah milik Allah swt saja. Oleh karena itu sebagai seorang yang ber-Tauhid maka sudah selayaknya kita menyadari bahwa di segenap waktu yang kita lalui tidak ada daya upaya yang dapat kita lakukan kecuali atas kekuatan yang diberikan Allah swt.

فَمَا لَهُ مِنْ قُوَّةٍ وَلاَ نَاصِرٍ
“Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia sedikit kekuatanpun dan tidak (pula) ada seorang penolong.” (QS 86:10)

Sebenarnya banyak sekali umat Islam yang mengingkari kekuasaan dan kekuatan Allah swt tersebut secara tidak disadarinya, misalnya adalah mereka yang mengaku sebagai Front Pembela Islam. Padahal sejatinya manusia itu tidak mungkin memiliki kemampuan untuk dapat membela Islam, jangankan membela Islam bahkan membela dirinya sendiri pun sebenarnya manusia tidak mampu. Jadi benar-benar sombong dan lupa diri orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai pembela Islam.

Ketahuilah bahwasanya Islam itu adalah Allah swt sendiri yang menjaganya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dan di muka bumi ini tidak ada satu hal pun yang luput dari pengamatanNya.

Ketika dulu Rasullullah saw dikepung oleh orang-orang kafir Quraisy hendak dibunuh, ketika seluruh sahabat-sahabatnya kebanyakan telah pergi hijrah ke Madinah, maka Allah lah yang menjadi pelindung beliau. Allah swt juga lah yang meyelamatkan beliau ketika bersembunyi di gua untuk menyelamatkan diri dari kejaran orang kafir Quraisy.

Ketika di tahun 1099 sekitar 70 ribu umat Islam dikumpulkan di masjidil Aqsa dan dibantai habis pada saat perang salib, maka Islam tidak mati, Allah lah yang kemudian membelanya. Ketika ribuan umat Islam di Spanyol dibantai habis antara tahun 1085 – 1492, maka Islam tidak punah tetapi Allah telah menyelamatkannya. Ketika 200 ribu umat Islam dibunuh dan 1,5 juta muslim lainnya dibantai di Bosnia, Kosovo dan Chechnya Islam juga tidak lenyap, bahkan Allah justru melindunginya. Jadi dari keseluruhan peristiwa dalam sejarah manusia tadi, Islam ternyata telah dibela dan dilindungi oleh Allah sendiri, bukan hasil dari upaya manusia.

Pada hari ini beberapa kelompok umat Islam ada yang menginginkan beridirnya negara berdasarkan syariat Islam, padahal Allah sendiri tidak pernah memerintahkan yang demikian itu. Mereka itu senantiasa merasa sedang hidup di tengah-tengah lingkungan dan pemerintahan yang bathil dan mereka merancang suatu permusuhan dan pertempuran untuk menegakan al-Haq. Sadarkah anda bahwa dalam hal ini ada satu perkara mendasar yang salah? Manusia ingin menegakan al-Haq, padahal al-Haq adalah salah satu dari asma Allah, dan manusia ingin menegakannya?

Saat ini di manapun anda berada, sesungguhnya anda tengah berdiri dalam suatu negeri atau kerajaan yang dipimpin oleh Allah swt sebagai Maha Raja. Tidak ada satu pun kejadian dan peristiwa yang terjadi di muka bumi ini yang luput dari penglihatan dan pengamatan Allah swt. Jadi kita sedang berada dalam kerajaan Allah. Semua yang ada di sekeliling kita adalah bagian dari pemerintahan Allah swt. Inilah negeri Tauhid.

Adapun orang-orang yang menginginkan berdirinya Negara Islam Indonesia tadi, mereka telah melupakan Allah, mereka tidak mengakui kekuasaan Allah dan tidak menyadari bahwa semua yang ada di sekelilingnya adalah bagian dari Sunatullah dan bagian dari Ketetapan Allah swt. Sehingga karena ketidaksadarannya tersebut maka mereka berfikir bahwa Islam itu harus dibela dan diperjuangkan, harus ditegakan oleh umat, Tuhan yang nun jauh di atas sana tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang terjadi di muka bumi ini.

إِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يُحْيِ وَيُمِيتُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
“Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.” (QS 9:116)

Begitulah kira-kira cara guru menjelaskan kepada murid-muridnya perbedaan penting dan paling utama antara orang yang mendasarkan diri pada pemikiran dan pemahamannya (fiqh) pada Islam, dengan orang yang ber-Tauhid. Mereka berpontang-panting berjuang untuk menegakan negara Islam, sedangkan guru menjelaskan bahwa kita sedari awal dulu telah berada dalam kerajaaan Allah, dalam pemerintahan dan perlindungan Allah swt. Mereka mendasarkan diri pada fiqh (pemikiran), sedangkan kita mendasarkan diri pada perintah dan ketentuan Allah swt. Mereka percaya bahwa segala sesuatu hanya dapat dicapai oleh perjuangan manusia, sedangkan kita percaya bahwa segala sesuatu dapat dicapai hanya oleh pertolongan Allah saja, sedangkan manusia sejatinya adalah lemah. Begitulah perbedaan antara mereka dan kita. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.37