Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 27 Maret 2016

Namanya adalah Ahmad

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا
بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘Ini adalah sihir yang nyata’.” (QS 61:6)

Dalam firman Allah swt tersebut di atas tidak terjadi salah tulis atau salah ucap. Allah swt mewahyukan kepada Nabi Isa as akan datangnya seorang Rasul sesudahnya yang bernama Ahmad.

Dan memang benar bahwa yang kemudian lahir 570 tahun kemudian setelah kelahiran Nabi Isa as adalah seorang anak laki-laki bernama Ahmad bin abdullah bin Abdul Muthalib. Ahmad adalah seorang anak lelaki biasa yang lahir dari suku Quraisy di tanah Arab.

Siapakah Muhammad? Muhammad adalah mahluk yang pertama kali diciptakan Allah. Ketika awal pertama kali dahulu sebelum adanya mahluk tercipta, bahkan Maha Raja pun belum bisa disebut Raja karena belum ada rakyatnya, maka Allah menghendaki untuk menciptakan mahluk. Nah, mahluk yang pertama kali diciptakan itu adalah Nur Muhammad. Kemudian dari Nur Muhammad inilah Allah menciptkan mahluk lainnya, mulai dari Ruh, malaikat, dan seterusnya sampai seluruh alam semesta ini pun diciptakan dengan bahan dasar yang asalnya dari Nur Muhammad itu.

Dengan demikian maka Anda bisa memahami mengapa Muhammad saw diturunkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Bukan hanya umat Islam, bukan hanya manusia di bumi, tetapi untuk seluruh alam semesta.

Pada saat Rasul terakhir tadi telah lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal 53SH yang bernama Ahmad, kemudian Allah swt mengutus Muhammad untuk turun dan menjadi pendamping jiwa Rasul terakhir tadi, sehingga keduanya menyatu menjadi Muhammad saw. Sebagaimana Allah swt juga mengutus Ruhul Qudus untuk mendampingi Nabi Isa as.

Memang selama ini model dan cara befikir kita tentang jiwa manusia masih sangat picik, hal ini karena sebagian besar pengetahuan tentang jiwa yang kita peroleh adalah berasal dari model pemahaman yang keliru yang tidak mengakui adanya interaksi jiwa dengan jiwa lainnya terutama yang tidak kasat mata. Padahal setiap malam hari ketika anda bermimpi maka jiwa anda sedang berinteraksi dengan jiwa lainnya yang tidak kasat mata. Ketika anda menutup rapat kedua telinga anda, jiwa anda masih tetap dapat mendengar suara, suara dari dalam qalbu anda dan juga suara dari luar diri anda sendiri. Silahkan mencoba dan memperhatikannya.

Kemudian pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11H Rasul terakhir ini pun wafat di kota Madinah pada usia 64 tahun. Maka yang wafat itu sebenarnya adalah jasad dari Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Muhammad itu sendiri senantiasa hidup dan tidak wafat, sebagaimana alam semesta dan kita semua ini masih hidup hingga saat ini.

Hingga saatnya nanti apabila sudah datang waktunya maka seluruh alam semesta dan seluruh mahluk akan dikembalikan lagi kepada Allah swt. Kita akan kembali menuju asal muasal kita yaitu dari Nur Muhammad dan dari Nur inilah maka semuanya akan kembali kepada Allah swt. Inna lillahi wa inna ilaihi Rojiuun.

Sekarang, apabila Anda sempat bertanya kepada ibu Inggit Garnasih, siapakah presiden pertama RI itu? Dia pasti akan menjawab: Kusno. Jadi kalau begitu sebenarnya siapakah Sukarno itu? (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.27