Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 12 April 2016

Syahadat Sepanjang Sejarah

Sebelum adanya manusia, bumi dan seluruh alam semesta ini, maka yang ada hanyalah Dia saja, belum ada apa-apa selain Dia. Kemudian Dia menciptakan Nur Muhammad sebagai bahan dasar dari seluruh mahluk di alam semesta. Jadi Nur Muhammad inilah yang menjadi awal dari segala ciptaan Allah swt sebelum semua mahluk tersebut tercipta.

Pada waktu itu belum ada alam semesta, belum ada bumi dan matahari, belum ada binatang, pohon ataupun manusia, belum ada mahluk lainnya. Jadi belum ada aturan ataupun agama.

Sebelum adanya aturan syariat ataupun agama, maka aturan dan ajaran awal mula pertama adalah Tauhid. Setiap mahluk yang diciptakan Allah, mulai dari Ruh, malaikat dan seterusnya, diperintahkan untuk ber-Syahadat kepada Allah dan kepada Muhammad.

Jadi Syahadat bukan lah sesuatu yang baru, atau sesuatu yang baru diciptakan pada zaman Rasullullah saw. Akan tetapi Syahadat adalah sesuatu yang telah lama ada diciptakan oleh Allah swt, bahkan sebelum Nabi Adam as pun Syahadat sudah ada.

Ketika Allah menciptakan ruh, maka Allah mengambil kesaksian Syahadat ruh-ruh tersebut. Ruh ber-Syahadat kepada Allah meskipun tanpa melalui perantara petunjuk seorang Nabi.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ
بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS 7:172)

Berikut ini adalah dasar hadits yang menceritakan tentang tulisan Syahadat yang dilihat oleh Nabi Adam as dahulu ketika masih di dalam taman surga. Rasulullah Saw bersabda: Ketika Nabi Adam mengakui kesalahannya, lalu dia berkata dan memohon: “Ya Tuhanku hamba memohon kepadaMu dengan kebenaran Muhammad ampunilah hamba “. Lalu Allah berfirman kepada Adam: ” Hai Adam bagimana kamu tahu tentang Muhammad padahal Aku belum lagi ciptakannya?”

Adam menjawab: “Ya Tuhanku sesungguhnya ketika Engkau ciptakan hamba, hamba mengangkat kepala, kemudian terlihat olehku tulisan dipintu gerbang Arasy berbunyi Lailahaillallah Muhammadarasulullah, maka ketika itu mengertilah hamba, tidak mungkin ada satu nama yang bersanding dengan namaMu kecuali mahkluk yang sangat Kau sayangi.”

Maka Allah berfirman: “Benar Engkau hai Adam sesungguhnya Muhammad itu adalah makhlukKu yang paling kusayangi, bila engkau memohon kepadaKu dengan kebenarannya sungguh Aku ampuni engkau” (HR Baihaqi)

Jadi semenjak nabi Adam as dahulu bunyi Syahadat ya seperti itu, seperti yang sekarang kita kenal dan sering kita ucapkan. Nabi Adam as mengajarkan kalimat Syahadat yang sama kepada anak cucunya, mulai dari Habil sampai kepada nabi Syits. Dan kemudian banyak sekali Rasul-rasul dan Nabi-Nabi serta Wali-Wali sesudahnya yang mengajarkan kepada umat manusia ajaran yang sama tentang Tauhid.

Namun dalam perkembangan sejarah selanjutnya, Syahadat itu kemudian ditutupi dan disembunyikan sehingga Syahadat tidak lagi dikenali oleh manusia, terutama oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ
نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمْ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنْ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS 2:140)

Hingga akhirnya kemudian pada zaman Rasullullah saw Syahadat tersebut tadi diungkap kembali dan diajarkan kepada umatnya. Tidak ada yang berubah dari kalimat Syahadat itu, bahkan Rasullullah saw sendiripun tidak merubah kalimat Syahadat karena beliaupun turut bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Beliau mengucapkan kalimat Syahadat yang sama seperti kita pada saat sholat beliau dan pada saat zikir beliau.

Begitulah kira-kira benang merah Tauhid dan Syahadat yang merupakan ajaran paling tua dalam sejarah seluruh mahluk ciptaan Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.39