Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 19 Mei 2016

Obat Segala Macam Penyakit: Hanya Bagi Orang yang Yakin

Di dunia ini hakekat dari segala macam penyakit adalah disebabkan karena kelalaian manusia, seperti misalnya lalai dari mengingat Allah (berzikir) sehingga kemudian mahluk yang senang dengan kebatilan (jin atau iblis) akan menghinggapi dan menyelimuti kehidupannya. Itulah awal sebab dari segala macam penyakit. Setelah itu disusul dengan akibatnya, yaitu misalnya ada sel tubuh yang mengalami deformasi, semula satu sel kemudian berkembang membesar dan akhirnya mengakibatkan kanker.

Pengaruh kebatilan tadi apabila hinggap di lambung, maka akan mengganggu fungsi koordinasi antara lambung dengan sistem saraf sehingga bisa berakibat menjadi penyakit maag. Pengaruh pada organ tubuh lainnya pasti akan menyebabkan gangguan pada organ tersebut yang akan berakibat pada penyakit.

Selama ini ilmu kedokteran yang ada hanya menyembuhkan setiap penyakit yang timbul, jadi yang diobati adalah akibatnya. Sedangkan sebabnya sendiri tidak pernah disentuh oleh dunia kedokteran. Di lain pihak terapi spiritual yang banyak dipraktekan adalah hanya untuk mengusir penyebabnya. Apakah kalau sebabnya sudah hilang maka akibatnya dapat disembuhkan? Tentu saja tidak, akibat penyakit yang sudah timbul tidak bisa secara otomatis akan sembuh apabila penyebabnya sudah hilang. Permisalannya adalah seperti ini: apabila ada pisau di dalam tubuh maka pisau bisa mengakibatkan organ tubuh akan luka tersayat. Kemudian menghilangkan pisau dari dalam tubuh bukan berarti bahwa kemudian luka sayatannya akan sembuh bukan? Luka tersebut harus diobati juga, yaitu dengan obat untuk luka sayat.

Setelah penyebab dari penyakit dilenyapkan dari tubuh, dan akibat sayatan dari penyakit tersebut tadi juga sudah diberi obat, maka ada satu proses lagi yang justru sangat penting, yaitu penyembuhan. Penyembuhan adalah proses reaksi tubuh manusia terhadap kedua hal tadi: penyebab penyakit sudah hilang dan penyakit sebagai akibat sayatan sudah diberi obat. Apabila tubuh manusia kemudian memberikan reaksi memperbaiki kerusakan tubuh, maka hasil akhirnya manusia tadi akan sembuh. Namun apabila reaksi tubuh manusia adalah sebaliknya, maka manusia tadi tidak akan sembuh.

Reaksi manakah yang akan dipilih oleh tubuh manusia? Jawabannya adalah tergantung dari Raja Manusia. Karena ternyata tubuh manusia tidak tunduk sepenuhnya oleh manusia, tetapi tubuh manusia tunduk sepenuhnya oleh Raja Manusia, yaitu Allah swt. Jadi kesimpulannya yang akan menentukan proses penyembuhan itu adalah Raja Manusia, yaitu Allah swt.

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (QS 26:80)

Kalau kita uraikan kembali urut-urutan kejadiannya dari awal tadi, yaitu: Manusia lalai -> Kebatilan menghinggapi -> Menjadi sebab mempengaruhi tubuh -> berakibat penyakit. Kemudian proses penyembuhannya adalah: Menyadari kelalaian (dengan banyak berzikir) -> mengusir kebatilan sebagai penyebab -> mengobati luka penyakitnya -> Proses penyembuhan: sembuh atau gagal tergantung dari Raja Manusia. Begitulah kira-kira proses mulai dari awal mula kejadian hingga akhirnya, jadi semuanya logis dan masuk akal. Tidak ada yang bersifat magis atau sim salabim.

Dengan rumusan mudah di atas, maka Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri setiap jenis kombinasi yang mungkin terjadi dalam praktek realitanya. Misalnya kasus yang paling banyak terjadi adalah memberikan obat dari dokter tanpa menghilangkan penyebabnya dan juga tanpa menyadari kelalaiannya dari mengingat Allah swt. Atau sebaliknya ada beberapa praktek ritual penyembuhan, tapi tidak diikuti dengan pemberian obat untuk luka penyakit sebagai akibatnya. Dan sebagainya. Anda bisa menyimpulkan sendiri apa yang akan terjadi bukan?

Selama mengikuti pengajian yang disampaikan oleh guru, kami diajari mulai dari senantiasa mengingat Allah agar supaya tidak lalai. Yaitu dengan senantiasa berzikir Syahadat, Istighfar dan Sholawat, ini sangat efektif untuk menjaga dari kelalaian dan menangkal setiap kebatilan. Kemudian guru juga mengajarkan dan memberi contoh bagaimana mengusir penyebab, yaitu kebatilan, dari dalam tubuh manusia. Dan yang terakhir adalah tentang obat, guru juga menerangkan tentang obat ini.

Obat bukanlah hanya berupa pil atau kapsul dari dokter semata, atau berupa ramu-ramuan jamu. Setiap penyakit memang ada obatnya, akan tetapi sekali lagi bahwa itu tidak menjamin kesembuhan. Silahkan lihat urut-urutan proses yang sudah dipaparkan pada alinea sebelum ini.

Obat bagi suatu penyakit ada yang mudah didapat, tetapi ada juga yang sangat sulit untuk ditemukan. Bahkan ada yang sampai saat ini belum berhasil ditemukan manusia. Sebenarnya adakah obat yang dapat dipergunakan untuk segala macam penyakit?

Ya ada, obat itu bernama al-Quran. Kitab Allah ini sebenarnya merupakan obat bagi segala macam penyakit. Syaratnya adalah yakin. Benar-benar yakin dan iman kepada Allah swt.

وَنُنَزِّلُ مِنْ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS 17:82)

Adapun bagi orang-orang yang zalim dan tidak yakin dan beriman kepada Allah swt, maka al-Quran ini tidak akan membawa efek apa-apa, bahkan akan merugikannya.

Contoh dari ini misalnya adalah ayat al-Quran berikut ini:
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ
“Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (QS 21:69)

Ayat tersebut bisa dipergunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit yang menyebabkan panas demam yang tinggi pada tubuh manusia. Syaratnya adalah Anda harus benar-benar yakin dan beriman kepada Allah swt.

Akan tetapi ada pula yang mempergunakan ayat tersebut tadi untuk permainan sepak bola api, yaitu sepak bola dimana bolanya terbakar api. Permainan ini banyak dimainkan oleh beberapa santri di daerah jawa timur. Ini adalah suatu bentuk penyimpangan yang tidak diperbolehkan, karena ayat al-Quran bukanlah sesuatu yang diperuntukan untuk permainan.

Demikian juga pengobatan dengan cara membacakan ayat-ayat al-Quran seperti di-rukyah. Maka inipun juga tidak diperbolehkan, karena guru berpesan kepada murid-muridnya untuk tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah. Jadi kita tidak boleh membuka praktek pengobatan rukyah karena itu sama saja dengan melakukan bisnis atas ayat-ayat al-Quran.

Sebagaimana halnya bahwa setiap penyakit pasti ada penyebabnya, dan setiap penyakit pasti ada juga obatnya, akan tetapi kemudian guru juga mengajarkan bahwa setiap kesembuhan adalah tergantung dari Allah saja. Rangkaian Sebab -> Penyakit -> Obat -> Penyembuhan adalah tidak terlepas dari iman kepada Allah swt. Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Allah swt maka dia tidak akan lalai, sehingga tubuhnya pasti sehat. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 19.49