Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 20 Mei 2016

Allah Tidak Berawal atau Berakhir

Kitab suci al-Quran ini diturunkan kepada seluruh umat manusia dengan rentang waktu dan wilayah manusia. Jadi kitab ini tidak memerinci sejarah dan aturan Allah swt kepada mahluk sebelum manusia, dan juga al-Quran juga tidak mengatur hukum agama untuk mahluk Allah di luar bumi.

Adapun berkaitan dengan Allah sebagai Tuhan bagi seluruh mahluk di semesta alam, di dalam al-Quran terdapat ayat yang berikut ini:
هُوَ الأَوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 57:3)

Ayat di atas mengandung arti bahwa sebelum adanya mahluk yang diciptakan, maka Allah sudah ada lebih dahulu. Demikian juga setelah nanti seluruh mahluk binasa, maka hanya Allah saja yang ada. Ayat tersebut di atas sama sekali tidak mengandung arti bahwa Allah sebagai Zat Yang Mutlak mempunyai awal dan Allah sebagai Zat Yang Kekal akan berakhir di suatu waktu nanti. Karena Allah tidak dilahirkan dan juga Allah tidak akan mati atau binasa.

Adapun pada awalnya, sebelum ada satupun mahluk yang tercipta maka yang ada hanyalah DIA, Zat Yang Mutlak Ada. DIA belum bernama Allah, karena belum ada mahluk sama sekali yang memanggilNya Allah. DIA belum memiliki Nama/Asma, karena belum ada mahluk yang tercipta yang akan memanggil NamaNya atau mengenalNya.

Oleh karena DIA berkehendak untuk dikenal, maka kemudian DIA menciptakan mahluk. Menciptakan mahluk dari apa? Menciptakan manusia belum bisa, karena belum ada tanah. Menciptakan jin juga belum bisa karena belum ada api. Menciptakan malaikat juga belum bisa karena belum ada cahaya. Tanah, api dan cahaya adalah mahluk yang belum tercipta pada waktu awal mula itu.

Nah, setelah DIA berkehendak maka kemudian DIA memanifestasikan diriNya menjadi Nur, maka setelah itu barulah DIA menciptakan mahluk yang pertama kali yang berupa Nur pula. Mahluk pertama itu dinamakan Nur Muhammad yang tercipta dari bayangan langsung Nur-Nya. Baru setelah Nur Muhammad tercipta, maka kemudian Nur tersebut mengenal Tuhannya, dan memanggilnya Allah. Nur Muhammad ituah yang kemudian bersaksi menyatakan Syahadat. Itulah Syahadat pertama dari seluruh sejarah panjang alam semesta raya ini.

Lalu dari Nur Muhammad itulah Allah menciptakan cahaya, menciptakan ruh dan seterusnya sehingga kemudian alam semesta raya beserta segala jenis mahluknya tercipta. Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api dan Nabi Adam as dari tanah. Bumi, matahari, planet, bintang dan galaksi tercipta berikutnya dari sebuah ledakan besar unsur awal. Gambar di atas tadi adalah suatu ilustrasi dari ledakan besar (Big Bang) yang membentuk alam semesta raya ini sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.

Nah, suatu saat kelak di kemudian hari, seluruh mahluk Allah ini akan dikembalikan kembali kepada asal muasalnya.

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS 36:83)

Jadi di kemudian hari nanti, kita dan seluruh mahluk Allah akan kembali kepadaNya, kembali kepada asal muasal. Seluruh mahluk tercipta dari Nur Muhammad, sehingga dengan demikian semuanya akan kembali dan melebur menjadi satu, yaitu kembali menjadi Nur Muhammad. Tanah kembali menjadi Nur Muhammad, api demikian juga, angin demikian juga air demikian juga dan seluruh cahaya, mulai dari cahaya fisik yang kasat mata sampai dengan cahaya bathin akan meluruh kembali menjadi Nur Muhammad.

Dengan demikian maka kesimpulannya adalah mahluk yang paling awal adalah Nur Muhammad, demikian juga setelah semuanya binasa nanti, mahluk yang paling akhir adalah Nur Muhammad pula.

Sebelum Nur Muhammad kembali kepada DIA, maka sekali lagi Syahadat terakhir diucapkan. Setelah itu Nur Muhammad lenyap, kembali menjadi sepi, tidak ada apa-apa kecuali yang ada tinggal DIA.

Maha suci Allah yang menutup cerita keseluruhan sejarah alam semesta dan segala jenis mahluknya di akhir surat Yasin. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 16.59