Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 22 Mei 2016

Larangan Memakan Terasi

Ini adalah larangan guru kepada murid-muridnya untuk memakan terasi. Bukan dengan maksud untuk mengharamkan, tetapi membuat pantangan kepada murid-muridnya dari memakan terasi, karena terasi terbuat dari bahan yang dibusukan.

Pada zaman Rasullullah saw dahulu tidak ada terasi di tanah Arab sana, sehingga bahan makanan yang satu ini tidak akan ditemukan dalilnya dalam al-Quran atau kitab hadits. Terasi juga bukan sesuatu bahan makanan yang sangat penting, dia hanyalah bumbu masak yang sering dibuat campuran pembuat sambal atau sayuran.

Guru mengingatkan kepada murid-muridnya bahwa Allah bukan hanya memerintahkan untuk memakan makanan yang halal saja, akan tetapi juga memerintahkan kita untuk hanya memakan makanan yang baik. Dalam hal ini terasi dikategorikan oleh guru kedalam makanan yang tidak baik.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمْ اللَّهُ حَلالاً طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS 5:88)

Bahan utama pembuat terasi adalah udang dan hewan laut lainnya yang kemudian dalam proses pembuatannya dibusukan. Beberapa dari pabrik pembuat terasi bahkan tidak memenuhi standar kebersihan dan terkesan sangat jorok. Bau aroma yang dihasilkan oleh terasi pun tidak enak dan untuk beberapa orang akan menjijikan. Oleh sebab itu lah maka bagi orang-orang yang gemar untuk membersihkan dirinya, maka tidak pantas baginya untuk memakan makanan yang kotor.

Banyak sekali dari umat Islam yang menyukai baju gamis atau baju takwa serta peci atau kopiah, hal ini dimaksudkan agar supaya pribadi yang memakainya memiliki sugesti berupa perasaan bersih, senang dengan sesuatu yang suci dan bermaksud untuk mensucikan dirinya. Bagaimana mungkin seseorang dengan pakaian yang bersih seperti itu kemudian membiarkan dirinya memasukan makanan yang busuk kedalam tubuhnya?

Fitrah dari manusia diciptakan Allah swt untuk bisa mengenali kebusukan itu dari bentuk, warna, cara pembuatan dan baunya.

Ingat, tubuh kita ini bukan kuburan jadi jangan memasukan makanan yang busuk ke dalamnya. Biarkan tubuh kita ini senantiasa bersih dan suci, jangan menyukai kebusukan. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 11.05