Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 18 Juni 2016

Pesan Wasiat Sahabat Seperjuangan

Dalam suatu malam pengajian, kita kedatangan seorang tamu sahabat seperjuangan yang senantiasa memperjuangkan bagi tegak dan jayanya negeri Tauhid ini. Berikut ini antara lain adalah pokok-pokok isi pesan beliau kepada yayasan ini:

Pertama, beliau berpesan kepada para pemuda di yayasan ini agar bersama-sama menyamakan persepsi dan motivasinya untuk dengan sungguh-sungguh dan tulus mencintai negeri ini. Karena mencintai negeri ini adalah juga sebagian dari iman. Dengan persatuan yang kukuh diantara para pemudanya maka perjuangan untuk negeri ini akan semakin kokoh.

Kedua, jangan terlalu banyak tidur dan membiarkan banyak waktu berlalu tanpa memikirkan nasib bangsa ini.

Dalam hal ini memang kita perlu bersabar dalam menghadapi kebatilan yang terjadi di negeri ini, dimana kebatilan di negeri ini sudah tersusun dan terorganisir dengan rapih. Mereka yang mengusung kebatilan itu berasal dari dalam dan juga dari luar negeri, dalam hal ini mereka kompak untuk tidak terburu-buru mewujudkan niatnya itu karena mereka khawatir bahwa dirinya, kelompok atau partainya itu tidak akan mendapat bagian.

Diantara unsur dan elemen di negeri ini belum ada yang memikirkan untuk keseluruhan nusantara dan bangsa ini. Mereka masih cenderung untuk lebih memikirkan kepentingan diri dan golongangannya masing-masing.

Selanjutnya beliau juga berpesan kepada para pemuda untuk segera menyusun langkah dan program yang konkret di dalam yayasan yang sebelumnya mereka para pendahulu telah menamakannya itu, Yayasan Akhlaqul Karimah Darul Iman. Jangan sampai yayasan ini dibiarkan layu dan tidak mempunyai aktivitas, seperti yayasan yang mati dan tidak mempunyai jiwa.

Beliau berpesan agar para pemuda di yayasan ini segera mempersiapkan diri mereka untuk segera menerima tongkat estafet dari orang-orang yang lebih tua dan para sesepuh, agar supaya aktivitas di yayasan ini akan menjadi lebih hidup dan memiliki ruh.

Tidak ada ajlan lain kecuali nekat, ya nekat saja dalam memperjuangkan kebenaran. Mustahil Allah swt tidak akan menolong orang-orang yang nekat dalam memperjuangkan kebenaran. Kalau orang-orang yang berjuang di jalan kebatilan saja bertindak nekat maka mengapa orang-orang yang memperjuangkan kebenaran yang haq tidak berani nekat? Allah Yang Maha Besar pasti akan mendatangkan pertolonganNya.

Jadi kita semua harus memulainya sekarang, menjalankan misi perjuangan sesuai dengan kemampuan masing-masing yang ada. Harus segera dimulai.

Beliau juga berpesan kepada segenap anggota yayasan untuk bersatu bahu membahu ikut dalam berjuang bersama guru. Jangan hanya sibuk memikirkan urusan pribadinya masing-masing, jangan sampai membiarkan guru berjuang sendirian saja.

Dalam berjuang ini, lebih jauh beliau menyampaikan, bahwa yang menjadi senjata andalannya adalah Kalimasada (Kalimat Syahadat), Istighfar dan Sholawat. Itulah senjata pamungkas yang paling ampuh. Tidak ada senjata yang bisa menandinginya. Mohonlah kepada Allah swt untuk segera memberikan pertolonganNya, menurunkan pembuktianNya dan memberikan jalan keluar bagi negeri ini dari segala macam kesulitannya.

Tidak menjadi masalah apa-apa, tidak menjadi dosa untuk meminta pertolongan Allah swt saat ini, karena sekarang memang sudah waktunya bagi suatu adanya perubahan di negeri ini.

Beliau mengajak semua orang untuk mulai menabung kebaikan di dunia ini dengan berjuang untuk menegakan kebenaran. Kita yang punya niat yang baik bagi negeri ini, tidak punya niat jahat untuk memberontak, mengapa kita tidak berani untuk melakukan sesuatu?

Banyak merajut tali silaturrahmi dan membangun rencana untuk melaksanakan perjuangan. Kembali untuk menemukan titik-titik simpul dan membukanya untuk kemudian merajutnya kembali menjadi suatu ikatan yang padu. Agar supaya segera terjadi perubahan yang signifikan bagi negeri ini, perubahan ke arah yang jauh lebih baik.

Jadi setelah ini agar para pemuda di yayasan ini segera diberikan arahan untuk mendapat tugas seusai dengan kemampuannya masing-masing. Bergerak bersama-sama untuk berjuang. Setahap demi setahap, sejengkal demi sejengkal kita harus memulai perjuangan ini, pasti Allah swt akan menurunkan pertolonganNya. Inilah bukti bagi kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya di atas segala kecintaan kepada yang lainnya.

Beliau dan para leluhur negeri ini senantiasa mendukung perjuangan ini dengan doa yang tidak pernah ada putus-putusnya. Beliau berwasiat untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu untuk menegakan kebenaran bagi negeri ini. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.52