Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 07 Juli 2016

Membersihkan Indonesia Dari Jimat

Seorang jemaah haji asal Indonesia bernama Nur Janah Aman Sadjo terpaksa mendekam di jeruji besi pemerintah Arab Saudi selama 2 minggu lamanya karena kedapatan sedang menggunting kain kiswah penutup ka’bah. Yang bersangkutan mengaku bahwa kain tersebut akan dipergunakannya sebagai jimat demi untuk menyembuhkan cucunya yang sedang sakit.

Beberapa orang paranormal dan ahli spiritual di Indonesia mempercayai bahwa kain kiswah penutup ka’bah ini memiliki tuah yang bisa mendatangkan keberuntungan, memperlancar datangnya rezeki dan membantu menaikan karir seseorang. Oleh sebab itu maka sudah menjadi desas desus umum bahwa sepotong kain kiswah bekas penutup ka’bah dapat diperjualbelikan dengan harga yang sangat mahal sekali.

Khususnya di Indonesia dan Malaysia, dua negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim, memiliki kepercayaan yang sangat tinggi terhadap penggunaan jimat. Jimat atau isim dipercaya dapat dijadikan sebagai pegangan, pelindung dan penjaga diri. Masyarakatnya banyak sekali mempergunakan jimat untuk segala jenis keperluan, baik dari kalangan kelas ekonomi bawah maupun kalangan kelas ekonomi atas, baik seorang penjual sayuran atau jamu sampai kalangan pejabat tinggi, semuanya menggandrungi penggunaan jimat.

Beberapa jenis jimat yang paling populer di Indonesia antara lain adalah keris, senjata keris atau pedang yang kecil, tasbih, tongkat dengan kepala ular, kitab mungil, kepala harimau, jenglot dan batu permata yang kesemua itu tadi telah diisi oleh semacam energi yang bersumber dari khodam dan jin.

Bahkan banyak juga pesantren-pesantren di Indonesia yang mengeluarkan jimat berupa kertas bertuliskan doa atau ayat dalam tulisan arab yang kemudian diisi dengan suatu energi sehingga kertas tersebut bisa berfungsi sebagai jimat bagi pemiliknya. Seperti misalnya untuk melindungi dan menjaga rumah dan diri pemiliknya dari gangguan orang jahat. Banyak juga dari para Kyai yang mengeluarkan jimat-jimat tersebut, dan para pengikutnya menerima dan mengira itu semua bukan sebagai jimat karena bertuliskan arab dan diberikan oleh seorang Kyai.

Saudaraku, pahamilah bahwa jimat dalam segala macam ragam dan bentuknya itu, baik diisi oleh energi hitam maupun energi putih, apapun bentuk dan macamnya, apapun namanya, kesemuanya itu pada hakekatnya adalah bentuk dari pemanfaatan energi khodam dan jin. Mahluk halus itu jenis dan macamnya beraneka ragam, sama halnya seperti mahluk kasar seperti kita. Mulai dari flora dan fauna maka ragam dan jenisnya banyak sekali. Nah, begitu juga halnya dengan mahluk halus. Jenis dan ragamnya mulai dari khodam sampai dengan jin banyak sekali macamnya.

Segala jenis energi halus yang memiliki kepandaian dan pengertian sendiri untuk diperintah atau diberi tugas sesuatu adalah termasuk dalam kategori jin (dari kata jenius, artinya mahluk yang memiliki kepintaran). Diantara mahluk jin itu ada yang memiliki kepintaran untuk memindahkan istana ratu Bilqis dalam sekejap, ada yang bisa berpindah tempat dalam sekejap, ada yang bisa mendatangkan kesaktian dan kekebalan tubuh, dsb. Jin dan mahluk halus tersebut dapat ‘dirumahkan’ atau ‘dicancang’ pada suatu benda kecil yang disebut jimat. Itulah mengapa kemudian jimat dapat dipergunakan orang untuk suatu tujuan tertentu.

Akan tetapi dalam aturan agama Islam telah diatur dalam al-Quran dan dilarang oleh Rasullullah saw untuk memanfaatkan jin bagi keperluan manusia biasa. Bahkan pemanfaatan jin dan penggunaan jimat semacam itu dapat digolongkan dalam suatu dosa syirik. Karena ternyata para jin dan mahluk halus yang sering membantu manusia itu selalu memperdaya dan menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Rupanya para jin dan mahluk halus tersebut telah bersepakat dengan iblis, menjadi setan dalam rangka untuk menjadi musuh manusia.

Berbeda dengan dosa-dosa lainnya, baik dosa kecil maupun dosa besar, maka dosa syirik merupakan dosa yang tidak akan diampuni Allah swt.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS 4:48)

Mengingat bahayanya bagi umat Islam, maka yayasan kami YAKDI memiliki program salah satunya yaitu membersihkan Indonesia dari jimat. Ternyata apa yang kami lakukan masih jauh dari yang diharapkan. Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya kami membersihkan dan memusnahkan jimat di Indonesia, akan tetapi jumlah yang tersisa dan masih ada saat ini jauh lebih banyak lagi. Sehingga hampir-hampir sulit sekali menemukan orang Islam di Indonesia yang bersih dari berbagai bentuk kemusyrikan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan kami, maka jin yang dipelihara itu lambat laun akan menggeregoti tubuh dan tabiat dari pemiliknya. Tabiat seseorang lambat laun akan menjadi kasar, terutama pada saat-saat tertentu ketika orang tersebut lepas kendali misalnya pada saat emosi amarahnya tersulut. Tabiat amarahnya menjadi seperti amarah sesosok jin.

Tubuh pemelihara jin juga akan menjadi mudah sakit-sakitan. Lambat laun ketika usia semakin bertambah dan kebugaran tubuh menurun, jin akan menyedot energi dari tubuh pemiliknya sehingga kondisi kebugaran dan kesehatan pemiliknya akan cepat menurun. Berbagai macam bibit penyakit akan mudah menyerang, seperti misalnya kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Dahulu kala 14 abad sebelumnya Rasullullah saw telah menyimpulkan bahwa pemanfaatan jin dan mahluk halus lainnya tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia. Bahkan rupanya mayoritas dari jin dan mahluk halus tersebut telah bersepakat dengan iblis sebelumnya untuk menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus.

Hanya seorang Rasul seperti Nabi Sulaiman as yang mampu menaklukan jin dan memanfaatkannya tanpa tergelincir dalam tipu daya jin. Manusia biasa seperti kita faktanya selalu tergelincir dalam tipu daya jin, sehingga memanfaatkannya akan berakibat tersesat dari jalan yang lurus.

Mari kita bahu membahu dan tolong menolong dalam upaya besar membersihkan Indonesia dari jimat dan pemanfaatan jin. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.58