Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 09 Juli 2016

Sholat Tahajud Dan Wirid, Koq Bisa Mendatangkan Khodam ?

Kasus ini bermula dari suatu pengamatan terhadap praktisi spiritual yang dilakukan oleh beberapa orang, yaitu dengan cara melaksanakan laku sholat tahajud beberapa malam dan kemudian diikuti dengan membaca wirid seperti Basmallah beberapa ratus atau ribu kali. Kemudian yang bersangkutan akan didatangi oleh sejenis siluman harimau yang bersedia untuk dijadikan khodam membantu orang tadi untuk menjadi penjaga dan pelindung dari orang jahat. Apabila pada suatu waktu tertentu yang kritis, maka orang tadi bisa memanggil siluman tadi dan berubah perangainya menjadi seperti harimau.

Bagaimana mungkin Sholat Tahajud dan bacaan wirid Basmallah kemudian malah bisa mendatangkan khodam? Bukankah Sholat Tahajud dan kalimat Basmallah adalah sebagian dari perintah dan kalimat Allah? Mengapa koq malah laku ritual tersebut justru bisa dipergunakan untuk mendatangkan khodam? Bukankah Allah menyatakan sendiri bahwa meminta perlindungan dari golongan jin akan menambah dosa dan kesalahan seseorang?

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنْ الإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنْ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقً
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS 72:6)

Setelah kami telaah dan analisa dalam acara pengajian, maka kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut: zaman dahulu kala ada seseorang yang membuat suatu perjanjian dengan bangsa jin dan khodam untuk memberikan perlindungan dan penjagaan terhadap kepentingan manusia, dengan imbalannya yaitu energi yang dibangkitkan dari ritual laku seperti Sholat Tahajud dan wirid Basmallah akan diperuntukan bagi siluman tersebut. Dengan demikian maka apabila diniatkan untuk keperluan tertentu seperti tadi, maka ritual Sholat Tahajud dan wirid Basmallah akan bisa dipergunakan untuk mendatangkan siluman harimau tadi.

Saudaraku, inilah jenis amalan yang dalam al-Quran dinyatakan sebagai amalan yang sia-sia dan tidak memiliki nilai keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah swt.

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS 18:104)

Sebagaimana yang telah dibahas dalam tulisan sebelumnya, maka untuk menetralisir dan membersihkan khodam tersebut maka diperlukan suatu ikrar Syahadat yang menyatakan bahwa tiada pelindung selain dari pada Allah swt.

Beberapa ulama ada yang menyatakan bahwa Syahadat itu tidak perlu di-zikirkan atau di-wiridkan. Terhadap hal ini guru kemudian menyanggahnya, karena justru dengan mengulang-ulang ikrar tersebut dan menyatakan bacaan Syahadat di dalam hati sebanyak-banyaknya maka akan membuat pelakunya senantiasa ingat kepada Allah, ber-Tauhid dan senantiasa membersihkan dirinya dari segala macam khodam dan pelindung selain Allah swt.

Syahadat adalah kalimat yang pertama kali dicetuskan ketika Dia menciptkan mahluk yang pertama yaitu Nur Muhammad. Demikian juga seluruh alam semesta sejagat raya, semuanya senantiasa mengucapkan kalimat Syahadat ini dalam setiap peristiwa di alam, seperti misalnya dalam peristiwa Big Bang yang mengawali terciptanya alam semesta, peristiwa kematian dan kelahiran bintang, peristiwa fusi di permukaan matahari, dsb.

Hingga nanti di akhir waktu ketika seluruh alam semesta kembali digulung menjadi satu untuk kembali semuanya kepada Allah, maka kalimat terakhirnya adalah juga Syahadat. Jadi Syahadat adalah kalimat awal dan akhir dari seluruh rangkaian masa yang panjang ini. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 12.12