Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 9 Agustus 2016

Zikir Yang Sebanyak-Banyaknya

Di dalam al-Quran, Allah swt tidak pernah memerintahkan manusia untuk melaksanakan ibadah haji sebanyak-banyaknya, tidak pernah juga memerintahkan kita untuk melaksanakan ibadah sholat, puasa atau pun ibadah lainnya sebanyak-banyaknya. Kecuali zikir kepada Allah dengan menyebut nama Allah swt.

Sebagaimana yang diperintahkanNya dalam ayat al-Quran berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS 33:41)

Jadi, Zikir kepada Allah adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan Allah untuk dilakukan oleh manusia sebanyak-banyaknya.

Berikut ini adalah wejangan dari salah satu sahabat seperjuangan kita dalam salah satu acara pengajian di suatu malam:

Hendaklah kita tidak pernah lepas dari zikir kepada Allah dalam lisan dan hati kita kapan pun dan dmana pun kita duduk dan berbicara.

Dalam kita berbicara itu hendaklah juga kita selipkan pesan tentang keimanan dan Tauhid kepada Allah, karena pembicaraan tentang keimanan itu pada hakekatnya bukan hanya di masjid-masjid saja, bukan hanya di mimbar saja. Perkataan tentang keimanan itu bisa dimana saja, dan Insya Allah hal ini akan sangat bermanfaat.

Ada seorang ulama yang mengatakan: Syahadat itu lah yang akan menyelematkan kita dari azab Allah di suatu hari nanti, dimana harta dan anak-anak kita tidak ada artinya. Kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat, hati yang ikhlas dan tulus.

Marilah kita untuk senantiasa terus menerus ber-muzakaroh tentang keimanan karena dengan menghidupkan kalimat-kalimat keimanan itu lah maka kita akan terjaga dari perbuatan yang sia-sia. Karena pada zaman sekarang ini hal tersebut adalah sesuatu yang langka, dimana kebanyakan orang berkumpul hanya untuk membicarakan kehidupan duniawi semata. Membicarakan tentang kemaksiatan. Jarang sekali ada majelis yang berkumpul dalam rangka membicarakan tentang keimanan, kecuali di tempat ini. Mereka kebanyakan hanya mengurusi diri pribadi sendiri dan syahwat-syahwat mereka. Sudah jarang sekali ada majelis yang membicarakan tentang keimanan kepada Allah, karena memang itu adalah sesuatu yang paling tinggi.

Kalimat keimanan adalah sesuatu yang paling tinggi tingkatannya setelah syariat Islam itu sendiri. Majelis apa pun itu, apabila tidak ada kalimat-kalimat tentang keimanan kepada Allah dibahas dan dibacakan di dalamnya, maka tidak ada artinya apa-apa di hadapan Allah. Sebaliknya majelis yang didalamnya membicarakan tentang keimanan adalah sangat tinggi nilainya di hadapan Allah.

Para syuhada dan para pejuang penegak Tauhid akan senantiasa hadir dalam majelis-majelis yang membicarakan tentang keimanan kepada Allah swt.

Hendaklah kalimat zikir kepada Allah senantiasa dibaca dalam hati sebanyak-banyaknya dan jangan sampai kita lalai daripadanya. Karena dengan terlepasnya hati dari berzikir kepada Allah berarti sama saja dengan lepasnya hubungan kepada Allah, dan secara tidak sadar berarti orang yang demikian itu sudah terlepas dari jalan Allah swt.

Tanpa ada sedikitpun keinginan untuk menggurui, mudah-mudahan nasehat ini berguna bagi semua sahabat-sahabat sekalian. Karena Allah swt dalam al-Quran berfirman:
وَالْعَصْر
إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS 103:1-3)

Sebenarnya ingin setiap hari kami enyampaikan nasehat-nasehat, akan tetapi karena terkendala oleh berbagai keterbatasan maka hanya ini lah yang dapat kami sampaikan saat ini. Mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang salah. (AK/?)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 12.59