Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 09 Oktober 2016

Mengevaluasi Zikir Sehabis Sholat

Sudah menjadi kebiasaan hampir setiap umat Islam di negeri ini untuk melakukan zikir sehabis sholat berupa wirid Subhanallah, Walhamdullillah, Wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar. Diulang-ulang sebanayak 33 kali, biasanya.

Zikir tersebut sudah menjadi kebiasaan yang kita ikuti dari orang tua dan para sesepuh kita, tanpa pernah kita melakukan evaluasi terhadapnya.

Saudaraku, ketahuilah bahwasanya zikir seperti tersebut tadi adalah zikir yang dilakukan oleh para malaikat Allah swt. Mereka senantiasa bertasbih dan memuji Allah swt sepanjang masa. Iman mereka senantiasa terjaga dan tidak pernah sekalipun mereka melakukan sesuatu dosa.

Manusia seperti kita tidak selayaknya meniru mereka, karena kita manusia adalah mahluk yang banyak melakukan salah dan dosa, oleh sebab itu maka sudah sepantasnya kita banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah swt.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ
إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS 3:135)

Selain itu juga Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad saw dengan sungguh-sungguh. Berikut ini adalah perintah Allah tersebut dalam al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33:56)

Dan yang terakhir adalah kebiasaan kita untuk memanjatkan doa banyak-banyak setelah sehabis sholat dan berzikir. Padahal di dalam sholat pun kita telah memanjatkan doa. Tentu saja tidak ada yang salah dengan doanya tersebut, namun sebenarnya ada sesuatu yang salah pada iman yang ada di dalam diri manusia yang memanjatkan doa tersebut.

Seseorang yang telah membuat pernyataan ikrar Syahadat tentu mengerti dan memahami bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan segala urusan dan persoalan tentang hidup dan kehidupannya di dunia ini dan di akhirat nanti kepada Allah saja. Jadi tidak pantas bagi seseorang yang telah menyatakan ikrar Syahadatnya kemudian tidak percaya bahwa Allah swt benar-benar mengatur dan mengurus segala urusannya tanpa diminta melalui doa.

Mudah bagi seseorang untuk mempercayai Allah sebagai Tuhan dan sesembahan manusia, namun sedikit sekali yang mempercayakan segala urusannya hanya kepada Allah semata. Demikianlah kiranya guru mengajarkan kepada murid-muridnya untuk banyak-banyak mengikrarkan Syahadat.

Jadi kesimpulan dari evaluasi ini adalah: hendaknya sehabis sholat kita banyak-banyak beristighfar karena kita bukanlah malaikat yang tanpa dosa, banyak-banyak bersholawat karena itu adalah perintah Allah kepada orang yang beriman, dan banyak-banyak berSyahadat karena kita seringkali lupa terhadap ikrar kita sendiri. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.48