Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 20 Oktober 2016

Bhineka Tunggal Ika

Kta hidup di negara Indonesia dengan kondisi masyarakatnya yang beraneka ragam, terdiri dari berbagai macam suku dan masyrakatnya menganut berbagai macam agama dan kepercayaan.

Dalam ajaran agama Islam yang kita anut, kita diperintahkan untuk menyampaikan dan mendakwahkan kebenaran dengan cara-cara yang santun. Akan tetapi, setelah itu kita juga diharuskan untuk bersikap toleran dan tidak memaksakan kehendak.

Keanekaragaman suku dan keyakinan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah suatu keniscayaan. Hal ini memang sudah menjadi sunatullah atau ketetapan Allah swt. Mengapa Alllah menciptakan berbagai macam suku?

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ
أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13)

Demikian juga halnya dengan agama dan keyakinan, sudah menjadi ketetapan Allah bahwa di bumi ini akan ada berbagai macam agama dan keyakinan yang dianut oleh manusia.

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS 10:99)

Pada suatu malam pengajian, guru menceritakan kepada murid-muridnya bahwa tidak benar kalau dikatakan Indonesia ini adalah hasil perjuangan orang-orang Islam saja. Sebab dalam perjalanan sejarahnya, ternyata banyak sekali orang-orang non-muslim yang juga ikut andil dalam berjuang untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Diantara mereka ada yang dari golongan Nasrani seperti Agustinus Adisutjipto, Yos Sudarso, Ignatius Slamet Rijadi, Robert Wolter Monginsidi dan Wage Rudolf Supratman. Ada juga yang berasal dari golongan Hindu seperti I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ketut Jelantik, dll. Dan ada juga dari golongan Budha seperti Jend. Gatot Subroto dan Brigjen Soemantri MS.

Selanjutnya guru kita juga menceritakan kepada murid-muridnya bahwa makna Bhineka Tunggal Ika bukan saja hanya terbatas pada kebhinekaan terhadap berbagai macam suku bangsa di Indonesia, akan tetapi ternyata keBhinekaan ini juga bermakna bahwa Indonesia dahulunya juga didirikan oleh orang-orang dari berbagai negara.

Seperti DR. Ernest Douwes Dekker, orang Belanda yang berganti nama menjadi Danudirdja Setiabudi, Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang menentang politik tanam paksa VOC. Bernanrdus Visser, orang Kanada yang kemudian berganti nama menjadi Moch Idjon Djanbi dan menjadi perintis pembentukan Kopasus. Haji Johannes Cornelis Princen, orang Belanda yang ikut bergerilya bersama-sama dengan pasukan Siliwangi. Pieter Erbeveld, orang Jerman yang berjuang menentang VOC. Muriel Stuart Walker, orang Skotlandia yang kemudian berganti nama menajdi Ketut Tantri, berkoar-koar di corong radio RRI bersama dengan Bung Tomo membakar semangat juang para pemuda Indonesia. Bob Freeberg, pilot AS yang membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan menembus blokade udara Belanda untuk mendistribusikan persenjataan dan obat-obatan. Pesawatnya RI-002, ditembak jatuh Belanda di Lampung utara bersama-sama dengan para pejuang lainnya. Biju Patnaik, orang India yang berjuang untuk membantu menembus blokade udara Belanda. Joan Coast, orang Inggris yang kemudian bergabung dengan Indonesia sebagai atase media untuk Presiden Sukarno di masa perjuangan kemerdekaan. Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie atau Jahja Daniel Dharma, seorang pejuang keturunan Tionghoa yang membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia menembus blokade laut Belanda untuk menyelundupkan bantuan persenjataan dan obat-obatan dari Singapura. Selain itu berikut ini adalah sederet pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari keturunan Tionghoa: Boen Kin To, Liauw Thian Moek, Lie Eng Hok, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, Yap Tjwan Bing, Taufik Halim, dll.

Dengan kemajemukan dan keberagaman suku, golongan dan agama di Indonesia, serta catatan sejarah yang menceritakan bahwa orng-orang dari berbagai negara ikut andil dalam mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maka sudah sewajarnya apabila kita menerima kenyataan bahwa bangsa ini didirikan dan disatukan berdasarkan kesepakatan bersama yang mengakomodir kepentingan bersama. Karunia Allah swt yang berupa persatuan atas keberagaman itu janganlah kita ingkari dan kita rusak dengan memecah belah dan menyebarkan kebencian terhadap sesuatu kaum. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 11.34