Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 27 Oktober 2016

Perjalanan Evolusi Penciptaan Manusia

Perjalanan evolusi penciptaan manusia dimulai dari pertama kali proses penciptaan manusia sampai dengan penyempurnaan dan pencapaian manusia. Proses penciptaan manusia dimulai dari Nabi Adam as yang diciptakan dari tanah liat, kemudian istrinya Siti Hawa yang diciptakan dari tulang sulbinya. Dan setelah itu anak keturunan Nabi Adam as diciptakan dari saripati air yang hina.

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.” (QS 32:8)

Sehingga dalam sejarah manusia, hanya ada 3 orang saja yang tidak diciptakan dari air yang hina, yaitu Nabi Adam as, Siti Hawa dan Nabi Isa as.

Di dalam al-Quran Allah swt mengingatkan kita akan hal ini dengan maksud agar manusia menyadari asal muasal penciptaannya, yaitu dari air yang hina. Sehingga tidak pantas bagi manusia untuk menyombongkan dirinya.

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” (QS 77:20)

Kemudian di dalam kandungan ibunda, Allah Yang Maha Kuasa telah membentuk manusia berawal dari air yang hina ini, janin yang kemudian lambat laun berevolusi menjadi mahluk yang sempurna bentuknya. Sempurna anggota tubuhnya, sempurna sistem organ tubuhnya dan sempurna juga panca inderanya.

لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS 95:4)

Diantara milyaran mahluk hidup yang pernah ada di muka bumi, kemudian berevolusi dari binatang ber-sel tunggal sampai menjadi mahluk yang lebih kompleks. Maka tidak ada bentuk mahluk yang lebih sempurna dibandingkan dengan manusia.

Sehingga kalau pun Allah sw tidak memberikan akal fikiran yang sempurna kepada kita, manusia masih tetap lebih unggul dibandingkan dengan seluruh mahluk hidup yang ada di permukaan bumi. Manusia itu tidak terlalu besar, tetapi juga tidak terlalu kecil. Berjalan dengan menggunakan dua kaki, karena hal itu memang adalah yang paling efisien dalam hal penggunaan energi, dan juga yang paling efektif dalam hal kelincahan dan kegesitan gerakan.

Manusia tidak terbang seperti burung, tetapi juga tidak melata seperti ular. Manusia adalah bentuk mahluk yang paling efisien dan paling optimum untuk hidup di atas muka bumi ini.

Kemudian Allah swt tidak saja menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang sempurna, akan tetapi juga Allah swt telah melengkapi manusia dengan akal fikiran, jiwa dan hati nurani yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya.

Dengan akal fikirannya manusia memiliki potensi pengetahuan dan pencapaian ilmu yang senantiasa dapat dikembangkan dan tidak terbatas. Asal muasal dan akar dari seluruh pengetahuan adalah kesadaran tentang nama.

Masih ingat kisah tentang Helen Keller? seorang yang buta dan tuli semenjak lahirnya, maka hampir mustahil orang lain mampu memberikan pendidikan atau pengetahuan kepadanya. Sampai akhirnya pada suatu waktu terjadi keajaiban, Allah telah mengilhamkan kedalam lubuk hatinya suatu dasar dari segala pengertian dan pengetahuan: yaitu bahwasanya setiap sesuatu itu pasti memiliki nama.

Setelah itu barulah timbul kesadaran dalam dirinya akan tiap-tiap sesuatu dan juga munculah pengetahuan dan ilmu daripadanya. Helen Keller di kemudian hari akhirnya menjadi seorang penulis, aktivis dan pengajar, merupakan satu dari dua orang AS yang pernah meraih medali penghargaan Presidential Medal of Freedom dari presiden Lyndon B Johnson.

Jadi dasar dari tiap-tiap pengetahuan adalah nama.

Hal itu jugalah yang menjadi rahasia mengapa Allah swt menanyakan nama-nama tiap sesuatu kepada para malaikat dahulu. Dan malaikat-malaikat itupun tidak dapat menyebutkan nama-nama tersebut kecuali yang pernah diajarkan kepada mereka saja.

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ
غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

“Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS 2:33)

Sehingga kemudian dengan potensi akal, potensi jiwa dan potensi qalbu manusia, maka manusia mampu untuk senantiasa berevolusi ke arah yang lebih baik dan lebih sempurna dibandingkan dengan sebelumnya. Manusia belajar dari segala kesalahan yang pernah dibuatnya, dan menemukan cara atau metode baru untuk memperbaiki kesalahan tadi. Sehingga akhirnya manusia bisa mencapai sesuatu yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan sebelumnya.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS 17:70)

Demikianlah sekilas perjalanan penciptaan dan evolusi manusia yang dimulai dari setetes air yang hina, kemudian berubah dan berkembang menjadi mahluk Allah yang memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya. Sungguh suatu perjalanan penciptaan yang menakjubkan.

Namun demikian ternyata proses perjalanan penciptaan manusia tersebut tadi belum seberapa dibandingkan dengan proses penciptaan alam semesta, yang ternyata jauh lebih menakjubkan lagi.

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS 40:57)

Para ahli fisika sedunia telah membuat perhitungan betapa menakjubkannya penciptaan alam semesta ini sejak pertama kali dahulu dimulai dari kejadian Big Bang. Sedemikian sempurnanya proses kejadian tersebut, sehingga dalam waktu kurang dari satu femto detik saja semenjak Big Bang, keseluruhan nasib dan takdir dari berjuta-juta planet, bintang dan galaksi di alam semesta ini telah ditentukan takdir dan kesudahannya. Ada bintang yang berumur pendek dan ada yang berumur panjang, ada galaksi yang terdiri dari jutaan bintang, dan ada galaksi yang hanya terdiri dari ribuan bintang saja. Kesemuanya itu telah ditetapkan semenjak pertama kali alam semesta ini terbentuk dari Big Bang.

Sungguh menakjubkan bagaimana Allah swt telah menciptakan manusia dan bagaimana Allah swt telah menciptakan alam semesta ini. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.05