Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 28 Oktober 2016

Perbedaan Antara Orang Islam dengan Orang Beragama Islam

Islam dari segi bahasa berarti pasrah dan bisa juga berarti selamat, jadi orang Islam itu dari segi bahasa kira-kira berarti orang yang memasrahkan dirinya kepada Tuhan sehingga dia selamat.

Dalam suatu pengajian guru kita menerangkan bahwa antara Orang Beragama Islam dan Orang Islam itu adalah berbeda. Orang Islam artinya adalah sebagaimana penjelasan di atas, yaitu orang yang memasrahkan dirinya dan segala urusannya hanya kepada Allah swt, sehingga dengan demikian maka orang yang bersangkutan akan selamat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini maupun kehidupan di akhirat nanti.

Dalam hal hubungan vertikal dengan Tuhan, orang Islam bukan lagi orang yang masih dalam tahapan mencari Tuhan atau pun mencari petunjuk Tuhan, akan tetapi orang Islam adalah orang yang telah menemukan Allah, menjalani kehidupan ini bersama dengan Allah dan mengarahkan kehidupannya berdasarkan petunjuk dari Allah swt.

Pada saat ini, banyak sekali orang yang merasa dirinya sudah menjadi orang Islam. Tidak peduli apakah dirinya memang sudah benar-benar Islam atau pun belum, tidak peduli siapa yang menyatakan dirinya adalah orang Islam, apakah Allah sendiri yang menyatakannya, atau apakah dirinya sendiri, atau barangkali apakah pak lurah yang mengesahkannya ketika yang bersangkutan menyatakan identitas agamanya saat membuat KTP. Padahal dalam al-Quran dinyatakan bahwa sebenar-benarnya orang Islam itu ialah Allah swt sendiri yang menyatakannya dalam bentuk ucapan selamat.

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
“(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS 36:58)

Dan kemudian di akhirat nanti, Allah swt mengampuni segala dosa-dosa orang Islam tersebut tadi dan menganugerahkan surga sebagai tempat tinggal mereka.

أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلاَمًا
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (QS 25:75)

Adapun orang yang beragama Islam adalah mereka yang baru sebatas mengaku dirinya menganut agama Islam dan masih dalam tahap mencari petunjuk Tuhan, dan kemudian mencari keberadaan Tuhan itu sendiri. Sehingga sebenarnya Tuhan adalah sesuatu yang masih abstrak, belum dimengerti keberadaannya dan belum dikenal oleh dirinya.

Diantara tanda-tanda bahwa kita sebenarnya masih belum merupakan orang yang mendapat ucapan selamat dari Allah adalah misalnya menyangka bahwa Tuhan itu berada di dalam surga, Tuhan ada di langit ke tujuh. Sehingga apabila menyeru Allah kita akan menatap ke atas langit, apabila kita memberitahukan orang lain tentang keberadaan Tuhan, telunjuk kita menunjuk ke atas langit. Ini artinya kita belum mengetahui dimanakah keberadaan Allah itu sebenarnya.

Ada juga yang menyangka bahwa Allah itu ada di dalam masjid, karena kita sering menyebutkan bahwa masjid adalah Baitullah (rumah Allah). Dan yang paling banyak adalah anggapan orang bahwa Allah itu ada dimana-mana. Semua ini adalah pertanda bahwa kita belum mengenal Allah sehingga kita salah dalam menentukan keberadaan Allah swt, dan barangsiapa yang salah dalam menentukan keberadaan Tuhannya maka bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan petunjuk dari Tuhannya.

Dalam hal ini guru mengajarkan murid-muridnya makna dan penjabaran dari kalimat Syahadat, yaitu kalimat persaksian. Yang dengan kalimat ini maka kita tidak akan salah lagi dalam menentukan tempat keberadaan Allah swt, arah kiblat sebenarnya dan tujuan kita dalam menyembah Allah swt. Sehingga diharapkan oleh guru bahwa dalam mengarungi kehidupan ini, kita bisa merasakan sendiri sensasi menjalani kehidupan bersama-sama dengan Allah, dan mendapatkan petunjuk Allah di dalam qalbu kita.

Mudah-mudahan kita tidak berhenti hanya menjadi orang yang beragama Islam semata, tetapi diikhtiarkan untuk bisa menjadi orang Islam yang sebenar-benarnya, yang Islamnya memang dinyatakan sendiri oleh Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 15.37