Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 25 Juli 2015

Gugurnya Ke-Islaman Seseorang

Indonesia dengan jumlah pemeluk agama Islam lebih dari 207 juta jiwa, merupakan negara dengan pemeluk Islam yang terbanyak di dunia setelah India. Akan tetapi tahukah anda, bahwa angka statistik tersebut tidak bisa dijadikan pedoman, karena angka itu adalah hitungan manusia berdasarkan data administrasi belaka.

Mata pandang manusia berbeda dengan pandangan Allah. Umat Islam di Indonesia justru boleh jadi sedikit sekali menurut pandangan Allah. Karena apa? Karena sebagian besar dari orang Islam di Indonesia sebenarnya telah gugur ke-Islamannya.

Apa yang dapat menggugurkan Ke-Islaman seseorang?

Apabila anda berburuk sangka kepada Allah atau sesama manusia, maka saat itu sebenarnya telah gugur ke-Islaman anda. Anda sudah bukan menjadi bagian dari umat Islam lagi.

Apabila anda merasa Allah tidak adil atau pun anda memanjatkan doa kepada Allah dengan panjang karena khawatir Allah tidak mendengar atau memperdulikan doa anda, maka saat itu sebenarnya telah gugur ke-Islaman anda. Anda sudah bukan menjadi bagian dari umat Islam lagi.

Apabila terbersit dalam pikiran dan niat anda untuk melakukan kecurangan, korupsi kecil-kecilan atau pun kebohongan, maka saat itu sebenarnya telah gugur ke-Islaman anda. Anda sudah bukan menjadi bagian dari umat Islam lagi.

Apabila anda melakukan kecurangan, melakukan kejahatan atau perbuatan yang merugikan orang lain dengan sengaja, maka saat itu sebenarnya telah gugur ke-Islaman anda. Anda sudah bukan menjadi bagian dari umat Islam lagi.

Dan lain sebagainya.... banyak sekali jenis dari perbuatan dan perilaku yang menyebabkan gugurnya ke-Islaman seseorang. Anda, saya dan kita semua, tidak peduli apakah kita seorang yang biasa saja atau bahkan seorang ustadz atau kyai sekali pun, adalah sangat rentan dan sangat mungkin untuk tergelincir dari beragama Islam, kapan saja.

Bagaimana Solusinya?

Bersyadatlah, itu kuncinya.

Bukan hanya membaca syahadat, karena kalau sekedar berkata atau pun membaca syahadat, maka orang kafir dan non-muslim pun bisa melakukannya. Tapi syahadat yang disertai dengan kesungguhan mengucapkan sumpah dan komitmen penuh dari seorang mahluk kepada Penciptanya.

Bukan juga pengucapan syahadat yg diucapkan saat sholat, tapi di luar itu, maka sering-sering lah mengucapkan sumpah syahadat, dengan demikian mudah-mudahan Allah akan memasukan kita sebagai bagian dari umat Islam.

Mudah-mudahan, kapan pun Allah menakdirkan ajal, saat itu kita adalah bagian dari umat Islam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS 3:102)

Jadi Allah Yang Maha Tahu mewanti-wanti agar supaya kita mati dalam keadaan Islam, karena memang ternyata banyak sekali manusia tanpa disadari, mati dalam keadaan non-muslim. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.30