Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Rabu, 04 Januari 2017

Membingkai Pengajian dengan SIS

Pada malam pengajian saat itu, guru kita membahas mengenai pentingnya membingkai setiap pengajian dengan SIS (Syahadat, Istighfar dan Shalawat). Hal ini ditujukan untuk membersihkan niat kita yaitu semata-mata hanya menggantungkan segala urusan dan persoalan kepada Allah swt. Tidak dengan maksud dan tujuan lainnya.

Selain itu memulai setiap pengajian dengan SIS juga akan membersihkan kita dari segala macam pengaruh dan energi negatif yang justru dapat mencemari niat suci dan keikhlasan kita. Baik itu pengaruh negatif dari mahluk yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Karena memang manusia itu sejatinya bukan hanya mahluk nyata karena memiliki jasad kasar, akan tetapi sesungguhnya manusia juga merupakan mahluk ghaib karena memiliki batin dan sukma yang tidak kelihatan. Sehingga dengan demikian maka wajar saja apabila kita manusia akan terkena imbas dari segala macam pengaruh, baik yang nyata maupun yang ghaib. Dari pengaruh manusia mapun pengaruh jin dan iblis.

Pengaruh tersebut kemudian akan tertanam dalam bentuk benak pemikiran, keinginan terpendam dan ambisi serta karakter manusia.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَهِ النَّاسِ
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS 114:1-6)

Nah, cara untuk memohon perlindungan Allah swt sebagaiman perintah Allh swt di atas terhadap pengaruh-pengaruh negatif adalah, sebagaimana yang diajarkan oleh guru kita, yaitu dengan membaca SIS di awal setiap pengajian. Bukan dengan cara membaca ayat Kursi atau membaca ta’awudz, karena telah dibuktikan bahwa dengan membaca kedua ayat tersebut ternyata tetap saja syaithan masih bisa membisikan dan mempengaruhi manusia.

Pada beberapa pengajian lainnya yang tidak dimulai atau tidak dibingkai oleh SIS, maka seringkali kemudian bentuk dan isi dari pengajiannya akan menyimpang dari yang pertama kali diharapkan. Ada yang menjadi beringas dan berapi-api, tersulut ghirah semangatnya sehingga menjadi emosional, bahkan ada pula yang semula diniatkan dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah kemudian di perjalanan selanjutnya melenceng menjadi bentuk pengajian yang menghamba pada ilmu atau dengan kata lain ‘ngelmu’ demi untuk kedigdayaan duniawi.

Penyimpangan dan melencengnya niat tersebut bukan semata-mata karena spontanitas atau ketidaksengajaan, akan tetapi memang karena adanya pengaruh pemikiran atau keinginan negatif yang dihembuskan oleh syaithan melalui perantara manusia atau jin. Itulah mengapa Allah swt dalam surat An-Nas tadi memerintahkan kepada kita untuk berlindung kepada-Nya dari pengaruh tersebut.

Mencari dan mendalami ilmu adalah berbeda dengan ‘ngelmu’, karena ngelmu itu berarti anda telah menjadi penghamba ilmu. Segala aktifitas ibadah dan ikhtiar serta tirakat ditujukan untuk memperdalam ilmu, bukan untuk mencari ridho Allah. Ilmu tenaga dalam, ilmu kebal, ilmu untuk menaklukan jin, ilmu bisa melihat masa depan, ilmu bisa mewujudkan apa saja yang menjadi keinginan diri, dsb.

Banyak sekali pengajian-pengajian yang mengajarkan hal seperti itu, karena tidak didasari oleh ikrar SIS, yaitu Syahadat, Istighfar dan Shalawat. Sejak dahulu Rasulullah saw dan para sahabatnya, serta para wali dan para mukminin, mereka senantiasa mengawali majelis pengajian mereka dengan membaca Syahadat.

Nah, dengan demikian apabila majelis-majelis pengajian di zaman sekarang ini, tanpa diawali dengan pembacaan Syahadat maka jangan berharap mereka tadi para wali, para mukminin dan para syuhada akan turut hadir di dalam majelis kita. Dengan memulai dan membingkai setiap pengajian dengan SIS, maka inilah sebenar-benarnya majelis Rosullullah saw itu. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.58