Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 12 Januari 2017

Bintang Syi’ra

Bintang Syi’ra adalah salah satu nama bintang yang disebutkan dalam kitab suci al-Quran, yaitu nama lain dari bintang Sirius. Bintang Sirius adalah bintang yang paling terang yang dapat kita lihat dengan mata telanjang di malam hari. Bintang ini terletak di konstelasi rasi bintang Canis Major (Anjing Besar) maka bintang ini sering juga disebut sebagai ‘Bintang Anjing’.

Jarak bintang ini ke bumi adalah sekitar 8,6 tahun cahaya, atau sekitar 86 trilyun km. Jika kita menggunakan roket yang ada saat ini, maka diperlukan waktu sekitar 2 juta tahun lamanya untuk bisa mencapai bintang Sirius ini.

Oleh karena sedemikian terangnya, maka kemudian dalam kepercayaan Mesir Kuno Bintang ini diyakini sebagai perwujudan dari Dewi Isis. Mereka memuja dewi ini yang digambarkan sebagai dewi kesuburan sebagaimana mereka juga memuja matahari yang diyakini sebagai perwujudan dari Dewa Ra. Maka kalau kita perhatikan struktur dalam bangunan piramida di Mesir, maka akan terdapat dua lorong dimana yang satu akan mengarah kepada matahari dan lorong yang satu lagi akan mengarah kepada bintang Sirius ini. Bagi bangsa Mesir Kuno, surga tempat kehidupan Dewi Isis dipercaya berada pada bintang Sirius ini.

Kemudian Allah swt dalam kitab suci al-Quran membantah kepercayaan ini dan menyatakan bahwa bintang Sirius bukanlah kepunyaan Dewi Isis, melainkan dia adalah kepunyaan Allah swt.

وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَى
“dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra.” (QS An-Najm:49)

Berdasarkan pengamatan melalui teleskop kemudian diketahui bahwa ternyata bintang ini adalah bintang kembar. Jadi ada dua bintang, bintang Sirius A yang besarnya kira-kira 2 kali matahari dan bintang Sirius B yang kira-kira sebesar bumi. Jadi ini adalah suatu sistem bintang kembar yang satu sama lain saling mengorbit.

Salah satu hal yang paling menarik adalah ternyata bentuk orbit dari kedua bintang kembar ini adalah berbentuk elips ganda seperti dua buah busur panah. Gambar di atas tulisan ini adalah ilustrasi dari bentuk orbit kedua bintang kembar tersebut yang saling mengitari satu sama lainnya. Pada kenyataannya hal ini sesuai dengan ilustrasi yang digambarkan oleh al-Quran berikut ini:
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى
“maka jadilah dia dekat (sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).” (QS An-Najm:9)

Bentuk orbit kedua bintang kembar tersebut memang menyerupai dua ujung busur panah sebagaimana yang digambarkan oleh ayat tersebut di atas.

Periode orbit konjungsi dari kedua bintang Sirius A dan Sirius B jika dihitung menurut kalender bumi adalah sekitar 49,9 tahun lamanya. Apabila kita memperhatikan kedua ayat surat An-Najm tadi maka angka periode orbit ini merupakan kesesuaian antara ayat 49 dan ayat 9 dari surat tersebut. Dalam surat An-Najm (Bintang) ayat 9 tersebut juga dinyatakan bahwa kadangkala orbit kedua bintang tersebut lebih dekat lagi yang menyebabkan lama periode orbitnya menjadi sedikit di bawah 49,9 tahun yaitu menjadi 49,5 tahun sebagaimana yang ternyata sesuai dengan pengamatan para astronom saat ini.

Demikianlah Allah swt menjelaskan kepada kita tentang misteri bintang Sirius yang telah menjadi perhatian utama di sepanjang sejarah umat manusia dalam salah satu surat al-Quran. (AK)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.51