Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Rabu, 18 Januari 2017

Tanah Yang Kita Pijak Ini Adalah Kerajaan Allah

Bagi sebagian besar orang, mereka merasa bahwa saat ini kita hidup di negara Indonesia sementara sebagian dari umat Islam lainnya hidup di negara mereka masing-masing, dengan pemerintahnya masing-masing dan dengan segala hiruk pikuk dan permasalahannya masing-masing. Tidak menyadari apa peran Allah dalam pemerintahan negara-negara tersebut.

Diantara negara-negara dimana mayoritas penduduknya adalah umat Islam, ada diantara mereka yang porak poranda karena perang saudara, ada yang tengah bertikai karena perbedaan paham dan politik, dan ada yang bertikai karena negaranya dikuasai oleh negara adidaya. Peperangan dan pertikaian yang tengah terjadi tersebut, saat ini telah merembet ke seluruh penjuru dunia, karena beberapa kelompok telah mengajak kaum muslimin di negara lainnya untuk turut serta dalam peperangan dan pertikaian tersebut.

Kelompok ekstrim seperti al-Qaeda mengajak seluruh umat Islam di dunia ini untuk turut serta membantu mereka dalam memerangi orang-orang non-muslim dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Demikian juga kelompok ISIS, mengajak seluruh umat Islam untuk turut serta berperang bukan saja melawan kekuatan Amerika dan sekutu-sekutunya, bahkan juga turut berperang melawan seluruh pemerintah yang berkuasa saat ini demi untuk menegakan negara berdasarkan Syariat Islam.

Cara dan jalan perjuangan yang ditempuh oleh kelompok-kelompok ekstrim tersebut adalah dengan cara apa saja. Atau dengan kata lain adalah dengan menghalalkan segala cara, seperti misalnya dengan merampok bank demi untuk menghimpun dana perjuangan, menyekap dan menyandera orang yang tidak bersalah lalu kemudian meminta uang tebusan, sampai kepada cara-cara perjuangan menjadi teroris.

Mereka para kelompok Islam radikal tersebut berpandangan bahwa saat ini dunia tengah dikuasai oleh kekuatan Amerika Serikat yang dibelakang kekuasaan tersebut tidak lain adalah Yahudi dan Nasrani. Sehingga menurut mereka, maka dimanapun kita berada, umat Islam diserukan untuk melawan dan menghancurkan kekuatan Yahudi dan Nasrani tersebut.

Saudara-saudarku, cara pandang terhadap peta kekuasaan yang seperti ini adalah keliru dan tidak benar. Ini adalah cara pandang dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, orang yang tidak beriman kepada Allah, meskipun mereka sering membawa-bawa al-Quran dan sering mengutip dalil-dalil darinya, akan tetapi mereka tidak memahami apa yang terkandung di dalamnya. Guru kita melakukan koreksi terhadap kesalahan yang fatal ini.

Masih ingat bahwa guru sering kali meminta murid-muridnya untuk sering-sering berzikir atas petikan ayat al-Quran surat Ali Imran ayat 26 ?

Tidak banyak yang menyadari, bahwa saat ini sebenarnya kita tengah hidup dalam kerajaan Allah. Ya, Indonesia dan seluruh negara-negara lainnya di dunia ini sebenarnya adalah bagian dari kerajaan Allah yang berkuasa dan berdaulat di dunia ini. Dan Raja yang tengah berkuasa di kerajaan tersebut saat ini adalah Allah swt.

قُلْ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ
تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 3:26)

Jadi siapa pun presiden atau raja yang tengah memerintah suatu negara saat ini, tidak lain adalah karena keinginan dan kehendak Allah swt.

Seseorang yang beriman seharusnya mengerti dan memahami hal ini. Menyadari bahwa dirinya dan seluruh umat manusia saat ini tengah berdiri di atas kekuasaan dari kerajaan Allah tersebut.

Jadi dengan demikian, pemahaman orang-orang dari kelompok radikal seperti al-Qaeda dan ISIS tadi adalah sesuatu yang keliru. Pemahaman bahwa dunia saat ini tengah dikuasai oleh golongan Yahudi dan Nasrani adalah suatu kekufuran terhadap Kekuasaan Allah swt. Padahal itu sudah tertulis jelas dalam al-Quran dan banyak sekali diulang-ulang di dalamnya.

Kemudian berangkat dari pemikiran dan pemahaman yang keliru tersebut, maka kemudian melahirkan arah perjuangan dan cara perjuangan yang juga keliru. Allah Yang Maha Kuasa tidak sedang memerintahkan umat Islam saat ini untuk memerangi orang-orang Yahudi dan Nasrani, apalagi dengan cara-cara yang menghalalkan segala cara sampai dengan menjadi teroris. Ini keliru dan merupakan sebuah kekeliruan yang fatal.

Merasa bahwa dunia ini tengah dalam genggaman kekuatan Yahudi dan Nasrani, kemudian merasa panik. Berjuang untuk merebut kekuasaan demi untuk mendirikan negara berdasarkan Syariat Islam dengan cara-cara yang justru bertentangan dengan Syariat Islam itu sendiri.

Tidak, tidak demikian seharusnya. Dalam hal memperjuangkan agama Allah ini, guru mengajarkan kepada murid-muridnya dengan cara yang dicontohkan oleh Nabi dan Rasul. Yaitu dengan cara-cara yang santun dan lemah lembut. Sebagaimana Allah swt mengamanatkan cara ini kepada Nabi Musa as saat beliau diutus untuk mendatangi Firaun.

Cara-cara yang berlandaskan kepada iman dan keyakinan yang kuat, bahwa Allah swt adalah Raja Yang Maha Kuasa. Maka sebagai penguasa dunia, maka guru sering kali memerintahkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa memohon pertolongan Allah swt dalam segenap daya upaya memperjuangkan agama Allah. Yakin dan percaya sepenuhnya, bahwa tiada daya upaya kecuali atas bantuan pertolongan Allah swt.

Memohon petunjuk Allah swt atas setiap langkah dan arah dari perjuangan, tidak dengan cara-cara yang semaunya sendiri. Sehingga segala yang dilakukan akan selaras dan harmonis dengan alam semesta, tidak menimbulkan perselisihan dan malapetaka. Menyampaikan kebenaran, bukan menekan atau memaksakan. Memberi kebebasan karena tidak ada paksaan dalam agama Allah, bukan merazia.

Bagi sebagian orang yang memiliki faham Wahabi, atau sebagian orang yang memiliki faham radikal, saat ini Allah tidak memiliki fungsi. Sebab setelah turunnya al-Quran dan terhimpunnya kitab Hadits, maka semuanya sudah cukup dan dianggap sudah sempurna. Tidak ada yang perlu ditambahkan lagi, dan tidak ada yang perlu dikurangi lagi. Sudah cukup al-Quran dan Hadits saja. Selebihnya, biarkan umat Islam sendiri yang akan memperjuangkan agama Allah. Ini sungguh sesuatu yang keliru, yang bersumber dari pemahaman yang salah tentang Allah dan tidak meyakini bahwa Allah adalah benar-benar Maha Kuasa. Dia tidak sedang tidur.

Demikianlah jadinya, apabila sekelompok orang-orang Islam yang tidak beriman, tidak percaya dengan ke-Maha Kuasa-an Allah swt, kemudian mempengaruhi umat Islam lainnya di seluruh dunia. Akibtanya adalah kekacauan dan mala petaka.

Guru dalam pengajian di YAKDI, mengajarkan kepada murid-muridnya betapa pentingnya beriman kepada Allah swt. Ber-Tauhid dengan sebenar-benarnya Tauhid kepada Allah swt, agar supaya kita senantiasa terhindar dari segala macam kekeliruan dan kesesatan. Agar supaya kita bisa hidup dalam keadaan yang Selamat di dunia dan di akhirat nanti. Agar supaya kita semua ini bisa menjadi golongan orang-orang yang Islam.

Demikianlah tulisan ini dibuat sebagai kritik atas pemahaman yang keliru oleh sebagian dari orang-orang Islam garis keras yang meyakini bahwa dunia ini dikuasai oleh kekuatan Yahudi dan Nasrani, bukan Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 06.53