Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 22 Januari 2017

Ibadah Yang Paling Diridhoi Allah Saat Ini

Ibadah adalah perbuatan mahluk Allah yang menghambakan dirinya kepada Allah swt. Jadi ibadah itu bukan semata-mata perbuatan demi untuk mendapatkan pahala, akan tetapi perbuatan yang bertujuan untuk menghambakan diri ini kepada Allah.

Ketika Allah swt dahulu pertama kali menciptakan jin dan manusia, maka tujuan penciptaan itu adalah bukan semata-mata menciptakan mahluk. Akan tetapi menciptakan hamba, karena manusia dan jin diciptakan dengan kodratnya yang memiliki pikiran dan akal yang memungkinkan kedua mahluk ini untuk menjadi hamba.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS 51:56)

Ibadah di sepanjang sejarah manusia memiliki keutamaannya sendiri-sendiri, tergantung dari perintah Allah yang disampaikan melalui Rasul-Nya pada zaman itu. Seperti misalnya pada zaman Nabi Adam as, Allah memerintahkan kepada anak-anak Nabi Adam as untuk mempersembahkan hewan qurban. Maka ibadah persembahan hewan qurban di masa itu adalah merupakan ibadah yang paling utama.

Demikian juga ketika Nabi Zakariya as hendak mendapatkan keturunan, maka beliau memerintahkan kepada umatnya untuk melakukan ibadah berupa bertasbih kepada Allah swt di waktu pagi dan petang. Maka itulah ibadah yang paling utama untuk dilakukan oleh kaumnya pada saat itu.

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ مِنْ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا
“Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS 19:11)

Ketika terjadi peristiwa futhul Mekkah, yaitu jatuhnya Mekkah ke tangan kaum muslimin, maka saat itu Allah swt memerintahkan umat Islam untuk banyak-banyak bertasbih dan beristighfar. Maka itulah jenis ibadah yang paling utama untuk dilaksanakan oleh umat Islam pada waktu itu.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
“maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS 110:3)

Dengan demikian maka kesimpulannya adalah pada suatu waktu di suatu zaman, Allah swt senantiasa memberi perintah kepada hamba-hambanya untuk melaksanakan peribadatan yang paling utama untuk dilaksanakan di saat itu. Dan kemudian, ketika para Rasul-Rasul Allah tadi memerintahkan para umatnya untuk melaksanakan suatu ibadah tertentu, maka tidak ada satupun dari mereka yang mempertanyakan dalilnya.

Dasar dari perintah suatu ibadah bukanlah dalil semata, akan tetapi PERINTAH ALLAH sebagai Rabb kepada hamba-hambanya, yaitu dari bangsa jin dan manusia.

Lantas, untuk kondisi dunia yang sudah seperti sekarang ini, untuk umat manusia di zaman ini, apakah ibadah yang paling utama untuk dilakukan?

Jawabannya bukanlah dengan cara mencari-cari dalilnya dalam al-Quran atau Hadits, atau dengan mengolah nalar dan pikiran, atau bukan pula dengan cara merujuk kepada pendapat suatu imam atau syaikh. Akan tetapi jawabannya adalah mendengar PERINTAH ALLAH langsung melalui petunjuk-Nya yang disampaikan kepada orang-orang yang mengimani-Nya melalui qalbu hati nurani mereka.

Apabila anda mengalami kesulitan untuk mendengarkan Perintah halus ini melalui qalbu anda, maka datangilah orang-orang beriman yang lebih dekat hubungannya dengan Allah, yang peka pendengaran mata hatinya. Datangilah mereka untuk meminta petunjuk, PERINTAH ALLAH apakah yang harus dilaksanakan umat Islam saat ini.

Guru kita menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa PERINTAH ALLAH saat ini adalah melaksanakan ibadah zikir sebanyak-banyaknya berupa ber-Syahadat, ber-Istighfar dan ber-Shalawat di waktu pagi dan petang. Itulah ibadah yang paling utama dan paling diridhoi Allah untuk saat ini.

Bagi anda yang sudah memahami dan mengimani PERINTAH ALLAH ini, maka ajaklah keluarga dan saudara-saudara kita, sahabat-sahabat terdekat kita, tetangga-tetangga terdekat kita untuk melaksanakan perintah ini. Inilah hal yang paling utama untuk dilaksanakan saat ini. Suatu peribadatan yang paling utama, jika anda benar-benar memahami arti ‘yang paling utama’. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 15.20