Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 08 Agustus 2015

Jeritan di tengah Kekeringan dan Menggugat Peran Ulama

Kemarau yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia menyebabkan kekeringan dan kesulitan mendapatkan air. Jutaan tumbuh-tumbuhan dan serangga kecil yang hidup di tanah merintih dan menderita karena kekurangan air. Beberapa orang dari kami di yayasan Yakdi mendengar rintihan mereka, dan oleh karena itu kami bermunajat dan mengadukan permasalahan ini kepada Allah swt.

Di lain pihak sebagian besar para ulama di negri ini tengah sibuk dengan berbagai macam muktamar dan sebagian besar lainnya lagi tidak pernah mendengar jeritan alam semesta atau menyadari apa sesungguhnya yang benar-benar penting dan dibutuhkan saat ini.

Dengan tulisan ini kami bermaksud menggugat peran ulama:
1. Apabila seorang ulama tidak mengerti atau mampu mendengar jeritan alam semesta, maka kami menghimbau agar yg bersangkutan melepas gelar ulamanya, karena tidak sepantasnya seorang ulama tidak mampu mendengar jeritan tersebut
2. Apabila seorang ulama tidak mau mengindahkan atau memeperdulikan kekeringan ini, maka kami menyampaikan ancaman dari Allah swt akan tuntutan tanggung jawab nanti di akhirat
Seorang ulama itu lebih baik kedudukannya apabila mengenal Allah dan juga dikenal oleh Allah beserta para malaikat, daripada hanya kondang dan tersohor di depan manusia tapi tidak mampu mengenal Allah.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“ Dan tiadalah Kmai mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (QS 21:107)

Kami mengajak kepada kaum muslimin untuk bermunajat kepada Allah tentang kekeringan ini, agar tumbuh-tumbuhan dan serangga-serangga kecil yang menjerit dan menderita menjadi tentram dan sejahtera. Menjadilah kita sebagai bagian dari rahmat untuk alam semesta, walaupun tidak ada orang lain yg mengetahui. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 10.45