Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 02 Maret 2017

Pertanyaan Di Alam Kubur

Pada beberapa kesempatan pengajian, guru kita ditanya oleh murid-muridnya soal pertanyaan di dalam alam kubur nanti, seperti misalnya: “Siapakah Tuhanmu?”, “Siapakah Nabi/Rasulmu?”, dst. Perlukah kita mempersiapkan jawaban-jawaban yang akan diajukan oleh malaikat di alam kubur nanti?

Guru kita menjawab, bahwa kita sama sekali tidak bisa mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh malaikat di alam kubur nanti. Karena kita akan segera melupakan segala perbuatan yang pernah kita lakukan semasa hidup di dunia. Hanya keimanan kita sendiri lah yang akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Setelah seseorang meninggal dunia, maka yang bersangkutan akan pindah dari alam dunia menuju alam kubur. Perpindahan alam tersebut tidak disertai dengan perpindahan jasad fisiknya. Jasad orang tersebut akan dikubur dan kembali melebur menjadi tanah. Perpindahan yang demikian itu tidak mungkin dapat membawa memori atau ingatan fisik seseorang, sehingga orang yang meninggal dunia cenderung untuk lupa terhadap apa-apa yang dahulu pernah dilakukannya semasa hidup di dunia. Sehingga apa-apa yang pernah dipersiapkan di dunia ini juga kan dilupakannya, termasuk persiapan untuk jawaban terhadap pertanyaan malaikat di alam kubur.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لاَ يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ
شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS 16:70)

Itulah mengapa apabila seorang pendosa nanti di akhirat kepada mereka diperlihatkan kitab tentang catatan-catatan amal perbuatan yang dahulu pernah dilakukannya semasa hidup di dunia, dia akan terperanjat dan keheranan. Kitab apakah ini? Dia lupa terhadap apa-apa yang pernah dilakukannya dahulu di dunia.

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَاوَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا
الْكِتَابِ لاَ يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلاَ كَبِيرَةً إِلاَّ أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا
وَلاَ يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS 18:49)

Demikian juga saat ini, coba saja apakah anda bisa mengingat-ingat apa yang pernah terjadi pada saat anda dahulu masih bayi? Atau pernahkah anda berusaha untuk mengingat-ingat dahulu sebelum Allah swt meniupkan ruh kedalam jasad anda, apa yang pernah anda alami sebelumnya? Anda pasti lupa dan tidak bisa mengingat apa yang pernah anda alami dahulu sebelum anda dilahirkan, karena ingatan tersebut tidak tersimpan dalam bentuk fisik. Nah, demikian juga halnya nanti setelah kematian maka perpindahan ke alam kubur juga tidak akan membawa ingatan fisik, jadi bagaimana mungkin seseorang bisa mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan di alam kubur nanti.

Oleh sebab itu, sebelum kita berpindah dari alam dunia ke alam selanjutnya, sebelum kita melupakan semua yang pernah kita lakukan, maka ingatlah Allah swt sebanyak-banyaknya. Wajah Allah swt abadi dan tidak akan rusak. Di alam kubur dan di alam akhirat nanti, Wajah Allah akan senantiasa Ada, sehingga mengingat Allah swt adalah perbuatan yang dapat dilakukan di alam mana saja. Karena Dia Abadi sepanjang masa.

Bahkan malaikat pencabut nyawa pun sungkan dan menaruh penghormatan yang besar terhadap orang-orang yang gemar mengingat Allah swt. Mereka sungkan untuk mencabut nyawa seseorang di hadapan ahli zikir yang senantiasa mengingat Allah kapan saja. Jadi untuk memudahkan mereka melaksanakan perintah Allah, maka biasanya seorang ahli zikir akan meninggalkan tempat tersebut. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.57