Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 29 April 2017

Para Keturunan Nabi

Pada hari ini banyak sekali orang yang mengaku-ngaku sebagai keturunan dari Rasulullah saw, baik dengan cara menghubung-hubungkan tali pernasaban atau dengan cara merekayasa garis silsilah keturunan. Maksudnya adalah agar supaya manusia menghormati mereka, sebagaimana manusia menghormati kedudukan Rasulullah saw.

Padahal tidak ada istimewanya para keturunan Nabi tersebut, sebab apabila mereka itu tidak beriman maka tetap saja kedudukan mereka itu rendah di hadapan Allah swt. Sebagaimana kedudukan anak Nabi Nuh as adalah rendah di hadapan Allah, demikian juga istri dari Nabi Luth as atau bahkan paman Rasulullah saw kalau mereka itu tidak beriman maka kedudukan mereka di hadapan Allah swt adalah rendah.

Ternyata dalam al-Quran diberitakan bahwa banyak sekali dari keturunan para Nabi itu justru merupakan orang-orang yang fasik.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ فَمِنْهُمْ مُهْتَدٍ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.” (QS 57:26)

Saat ini, banyak dari orang-orang yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah saw. Coba kalau memang orang-orang yang mengaku-ngaku itu mengetahui:
1. Tunjukan dimanakah letaknya makam putri Rasulullah saw Fatimah az-Zahra?
2. Tunjukan dimanakah keturunan Rasulullah saw yang bernama imam Mahdi?

Dahulu kala, bapak kita Nabi Ibrahim as telah bersumpah kepada seluruh keturunan beliau untuk kembali kepada kalimat Tauhid, yaitu menegakan kalimat Syahadat.

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS 43:28)

Mengapa justru saat ini ada orang-orang yang mengaku sebagai keturunan Nabi akan tetapi menentang penegakan kalimat Syahadat? Mereka lebih cenderung kepada perebutan kekuasaan demi untuk memberlakukan hukum Syariat dibandingkan dengan menegakan kalimat Tauhid itu sendiri. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.43