Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 07 Mei 2017

Anak Panah Yang Patah

Anak panah yang patah, atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Broken Arrow’ adalah suatu istilah yang dibuat oleh Angkatan Udara AS, sebagai kode bahwa pasukan di darat tengah menghadapi musuh yang luar biasa jumlahnya jauh melebihi kekuatan pasukan untuk bertahan. Seluruh kekuatan pesawat tempur dipanggil untuk memberikan dukungan udara dengan menjatuhkan amunisi sebanyak-banyaknya di wilayah pertahanan pasukan darat.

Kode Broken Arrow ini pernah dikeluarkan oleh pasukan AS pada saat perang Vietnam yang lalu, pada tanggal 15-November-1965 ketika terjadi kontak senjata yang dashyat di lembah La Drang, Vietnam. Batalion 1 dari pasukan Kavaleri ke-7 AS diserang oleh pasukan Vietnam Utara, Viet Cong dengan jumlah pasukan yang sangat besar. Garis pertahanan kompi-A, dan B dapat ditembus oleh musuh, dan gelombang serangan pasukan Viet Cong semakin bertambah, sehingga benteng pertahanan pasukan tidak mungkin lagi dapat dipertahankan. Pada saat itulah Letkol Harold G. Moore memerintahkan lt. Charlie W. Hastings untuk mengirimkan sinyal kode ‘Broken Arrow’.

Menerima kode Broken Arrow dari pasukan darat tersebut, tak lama kemudian pesawat-pesawat tempur AS yang terdiri dari F-100 menjatuhkan ratusan bom napalm ke garis pertahanan yang mulai diduduki pasukan Viet Cong. Serangan udara yang bertubi-tubi dan tidak ada henti-hentinya. Bom-bom dijatuhkan dari pesawat udara ke seluruh permukaan dataran lembah La Drang. Dukungan serangan udara tersebut terus berlanjut dari pagi sampai sore hari ketika kemudian pesawat-pesawat B-52 menghujani karpet lembah La Drang dengan berton-ton bom. Jumlah korban yang jatuh dalam peristiwa ini adalah 324 pasukan AS tewas sedangkan dari pihak Viet Cong lebih dari 2000 pasukannya tewas.

Itulah yang dimaksud dengan kode Broken Arrow.

Nah, saat ini apa yang terjadi di negeri ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi oleh pasukan Batalion 1 Kaveleri ke-7 AS di lembah La Drang, Vietnam pada tanggal 15-November-1965 yang lalu itu. Jumlah orang-orang yang beriman sangat sedikit sekali, dikelilingi oleh orang-orang yang fasik, oleh orang-orang yang telah terhasut oleh tipu daya syaithan. Sebuah perseteruan yang tidak lagi seimbang, antara kebenaran dengan kebathilan.

Pada saat pengajian di malam hari itu, para leluhur dan pendiri negeri ini juga menyatakan keprihatinan yang sama. Bahwa pada hari ini, sedikit orang-orang yang beriman telah terkepung dan dikelilingi oleh orang-orang yang fasik. Kebathilan sudah diambang kemenangan. Seakan-akan telah siap untuk menyantap orang-orang yang beriman yang jumlahnya sangat sedikit.

Menurut istilah militer AS, kondisi seperti ini memungkinkan bagi orang-orang yang beriman yang jumlahnya sedikit dan semakin terpojok itu untuk mengeluarkan sinyal ‘Broken Arrow’.

Apabila sinyal ini keluar, maka anda pasti akan mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena Allah swt memiliki pasukan yang tidak terlihat mata manusia yang kekuatannya jauh di atas kekuatan pesawat-pesawat tempur AS.

Dengan keimanan yang tinggi terhadap Kekuatan dan Kekuasaan Allah swt, maka sebenarnya tidak ada rasa gentar dan takut sedikitpun di dada orang-orang yang beriman.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS 3:173)

Dikelilingi oleh berbagai macam kebathilan, orang-orang fasiq dan orang-orang yang tidak sadar bahwa diri-diri mereka telah terhasut oleh tipu daya syaithan, inilah saat-saat yang menentukan. Momen yang kritis dan sangat menentukan. Apakah sinyal ‘Broken Arrow’ akan dikeluarkan atau tidak. Karena disadari atau tidak, diterima atau tidak, kita ini ternyata sudah berada di penghujung akhir zaman. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 11.50