Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 12 Mei 2017

Syahadat Adalah Komitmen Mukminin

Kebanyakan orang-orang Islam mengira, bahwa Syahadat hanyalah pernyataan bahwa kita percaya tidak ada Tuhan selain Allah dan percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah. Begitu saja.

Sehingga dengan demikian Syahadat tidak lain hanyalah pernyataan kepercayaan seseorang kepada Allah swt. Sesuatu pernyataan yang kosong, tiada artinya apa-apa dan tidak membawa konsekuensi apa-apa. Yang demikian ini tidak ada bedanya dengan ucapan syahadat yang dikeluarkan oleh Firaun pada saat terdesak karena tenggelam di lautan.

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ
قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS 10:90)

Guru kita mengajarkan bahwa bagi seorang mukmin, pertama kali pernyataan seorang muslim bahwa dia benar-benar yakin dengan seyakin-yakinnya akan Allah dan RasulNya adalah melalui ucapan Syahadat tersebut. Jadi Syahadat bukan hanya sebuah pernyataan percaya saja, tetapi sebuah komitmen keyakinan kepada Allah dan RasulNya. Komitmen yang kuat untuk benar-benar meyakini Allah, komitmen untuk benar-beanr menyerahkan segala urusan kehidupan di dunia dan akhirat nanti hanya kepada Allah dan komitmen untuk menyerahkan hidup dan matinya kepada Allah dan RasulNya.

Itulah sebuah komitmen, sebuah janji yang teguh dan benar-benar, yang karenanya kemudian Allah akan mengujinya. Maka apabila dia lulus dalam ujian tersebut, maka Allah akan mengangkatnya menjadi orang yang beriman. Nah, dalam hal komitmen atau janji ini lah, Allah menyatakan bahwa kebanyakan manusia itu ternyata tidak menepati janji komitmennya.

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ
“Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.” (QS 7:102)

Kebanyakan manusia itu tidak menepati janji dan komitmennya. Padahal sebelum ditiupkan ruh kedalam jasad jabang bayi, semua manusia sudah menyatakan Syahadatnya ke hadapan Allah swt.

Kebanyakan manusia merasa yakin bahwa mengucapkan komitmen kalimat Syahadat itu cukup pada saat sholat saja. Tidak, itu tidak cukup. Syahadat yang diucapkan ketika sholat adalah tidak dimaksudkan untuk menyatakan komitmen. Syahadat yang diucapkan saat sholat bukanlah merupakan sumpah atau janji.

Terhadap orang-orang yang berSyahadat hanya untuk mengungkapkan rasa percayanya saja, berSyahadat tapi kosong dan tidak mengandung pernyataan komitmen atau janji apa-apa. Allah menyatakan mereka sebagai orang-orang yang fasik. Begitulah ternyata keadaan kebanyakan dari manusia, yaitu orang-orang yang fasik.

Syaithan dan bala tentaranya lebih memahami hal ini dari kebanyakan manusia. Pantas saja pada hari ini orang-orang lebih suka mengucapkan kalimat ‘laa ilaha illallah’ saja dibandingkan dengan kalimat Syahadat. Pantas saja pejabat saat dilantik tidak berani atau tidak mau mengucapkan dua kalimat Syahadat, dan memilih kalimat sumpah sebagaimana cara kalimat sumpah yang pernah diucapkan oleh iblis kepada Allah swt.

Padahal pangkal dari setiap orang yang berserah diri (Islam) adalah Syahadat. Demikian juga pangkal dari setiap orang yang beriman adalah juga Syahadat. Tanpa ber-Syahadat dengan benar, maka tidak akan ada orang yang beriman. Tanpa ber-Syahadat dengan benar, maka tidak akan ada Nusantara yang penuh dengan berkah Allah. Tanpa ber-Syahadat dengan benar, kita semua akan binasa dalam azab Allah. Jadi, sudahkah anda ber-Syahadat? (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 02.04