Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 13 Mei 2017

Kitab Allah Untuk Manusia

Saat ini dunia kita sudah terkotak-kotak dalam ruang yang sempit, dimana dengan kotak-kotak tersebut itulah pikiran manusia terkurung dan terbelenggu. Tidak bebas dan cenderung berpikiran sempit. Dibatasi oleh sekat berupa kotak pikiran yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

Islam datang dan diajarkan oleh Nabi Muhammad saw untuk membebaskan manusia dari sekat-sekat tersebut. Kotak-kotak pikiran yang dibuat harus didobrak dan dihancurkan dari dalam pikiran. Islam adalah agama yang membebaskan belenggu pikiran tersebut.

Saat ini apabila orang bertanya tentang kitab, maka akan terpatri dalam pikiran kita yaitu bahwa kitab bagi orang Islam adalah al-Quran, sedangkan bagi orang-orang Nasrani maka kitabnya adalah injil dan bagi orang Yahudi adalah Taurat. Begitulah kiranya kita telah mengkotak-kotakkan pikiran dan pemahaman kita tentang kitab-kitab Allah.

Mengenai hal ini, teringat kita dengan perkataan guru di suatu malam pengajian. Waktu itu guru mengatakan bahwa kebanyakan orang-orang Islam menyangka bahwa al-Quran ini adalah kitab Allah yang hanya diperuntukan bagi orang Islam saja. Pemahaman seperti ini tidak benar. Salah besar. Guru menerangkan bahwa al-Quran ini adalah kitab untuk seluruh manusia. Kitab yang bukan hanya untuk orang-orang Islam saja.

Jadi al-Quran diturunkan Allah swt untuk segenap manusia, dari berbagai bangsa, ras, suku budaya dan agama. Jadi tidak peduli siapa pun dia, asalkan dia adalah manusia, maka kita memiliki suatu kewajiban untuk menyampaikan apa yang terkandung di dalam al-Quran ini, meskipun tanpa harus memaksakan mereka untuk masuk menjadi pemeluk agama Islam.

Di dalam kitab al-Quran, ada banyak sekali ayat-ayatnya yang menyeru kepada segenap manusia, tidak peduli apa pun agama mereka. Berikut ini diantara firman-firman Allah tersebut kepada segenap mansuia.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13)

Jadi yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling takwa diantara para manusia. Jadi belum tentu seseorang yang beragama Islam itu sudah pasti merupakan orang yang paling bertakwa. Allah Yang Maha Adil membuka kesempatan kepada seluruh manusia untuk menjadi orang yang paling bertakwa. Tidak peduli apakah dia itu seorang Yahudi, ataukah seorang Arab, ataukah seorang Melayu Jawa, asalkan dia bertakwa maka dia akan menjadi orang yang paling mulia disisi Allah.

Apabila manusia itu benar-benar di dalam ketakwaannya kepada Allah swt, dari bangsa, suku, ras ataupun agama manapun saja, Allah pasti akan memperhatikan setiap usahanya itu. Barangsiapa manusia yang bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhan dalam setiap usahanya, pasti akhirnya dia akan berjumpa dengan Allah swt pada akhirnya.

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ
“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (QS 84:6)

Nah, ayat-ayat tersebut di atas adalah firman Allah kepada segenap manusia, bukan hanya kepada orang-orang yang beriman saja, bukan pula hanya kepada orang-orang Islam saja, tetapi kepada seluruh manusia. Oleh sebab itu maka kita wajib menyampaikannya kepada seluruh manusia, tanpa harus memaksa mereka masuk Islam.

Oleh karena kitab al-Quran ini adalah kitab bagi seluruh manusia, maka kita tidak boleh mengklaim kitab tersebut sebagai kitabnya orang Islam saja. Biarkan segenap manusia memiliki dan mendengar firman Allah dalam kitab al-Quran. Bukalah kitab ini bagi seluruh manusia, jangan ditutup-tutupi. Serahkanlah kitab ini kepada seluruh manusia, jangan disimpan saja. Biarkanlah seluruh manusia memiliki kitab ini. Jangan kita merasa ‘ge-er’ bahwa selama ini umat Islam lah yang telah menjaga kitab al-Quran. Tidak, sama sekali tidak. Allah lah yang telah menjaga kitab al-Quran ini, bukan manusia. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 20.25