Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Tuesday, 20 June 2017

Zakat Receipt from Allah

Dalam kehidupan sehari-hari seseorang dituntut untuk bersikap disiplin dan tertib dalam menjalani kehidupan. Demikian juga halnya dengan transaksi perniagaan, maka kita dituntut untuk senantiasa tertib dalam melaksanakan setiap transaksi jual beli di masyarakat. Setiap kali transaksi jual beli terjadi, maka kita diwajibkan untuk mencatatnya, dan masing-masing pihak akan menerima bukti tanda terima transaksi jual beli tersebut.

Demikian juga halnya dengan transaksi perniagaan dengan Allah dalam menjalani perintahNya, kita juga semestinya dituntut untuk melakukan hal yang sama. Karena dalam suatu ayat di al-Quran, Allah menegaskan bahwasanya setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia sesungguhnya itu merupakan transaksi investasi bagi dirinya agar kelak nanti di hari akhir, transaksi investasi tersebut akan mendatangkan hasil.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS 61:10-11)

Jadi semua hal yang menyangkut beriman kepada Allah dan RasulNya serta berjihad dengan harta dan jiwa raga adalah merupakan transaksi perniagaan yang kesemuanya itu akan diperhitungkan Allah kelak di kemudian hari.

Nah, membayar zakat adalah merupakan salah satu upaya dalam berjihad melalui harta, yaitu berjihad dalam rangka untuk membersihkan diri. Dengan demikian maka membayar zakat juga merupakan sebuah bentuk transaksi perniagaan kepada Allah swt.

Bertaubat dan berzakat adalah merupakan upaya ikhtiar manusia untuk membersihkan dirinya dari kotoran dan dosa. Keduanya merupakan jihad terhadap diri sendiri, dan keduanya merupakan transaksi perniagaan dalam pandangan Allah swt. Keduanya akan diperhitungkan nanti di kemudian hari.

Kalau begitu, apabila bertaubat dan membayar zakat merupakan transaksi perniagaan, maka seharusnya ada tanda terima transaksinya, bukan? Dan tanda terima itu seharusnya diterima dari Allah swt langsung.

Benar, ternyata selama ini kebanyakan dari kita mengabaikan hal ini. Kita merasa bahwa Allah swt berada nun jauh di atas langit sana, sehingga Allah tidak terlibat langsung dengan kehidupan sehari-hari manusia. Padahal, yang sesungguhnya tidak lah demikian halnya. Allah swt ada dekat dengan kita, dekat dengan segala hal di sekeliling kehidupan kita. Hanya saja tidak banyak yang menyadarinya.

Tidak banyak yang menyadari bahwa Allah sendiri yang menerima taubat dan pembayaran zakat manusia. Coba anda perhatikan baik-baik firman Allah berikut ini.

لَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS 9:104)

Jadi dari sekian banyak umat Islam, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahwasanya Allah menerima perbuatan zakat manusia sebagaimana Dia juga menerima taubat manusia.

Nah, kalau demikian maka setiap zakat yang kita bayarkan semestinya ada tanda terima transaksi perniagaan dari Allah langsung. Selama ini, pernah kah anda menerima tanda bukti pembayaran zakat dari Allah langsung? Tidak pernah?

Ketahuilah, hanya di YAKDI inilah kita akan menerima tanda terima bukti pembayaran zakat dari Allah swt langsung. Baru kali ini penulis menyaksikan adanya tanda terima pembayaran zakat tersebut, ya baru di pengajian YAKDI inilah. Hanya di sinilah setiap kali anda menitipkan pembayaran zakat untuk orang-orang yang berhak menerimanya, maka kemudian anda akan menerima tanda bukti pembayaran zakat dari Allah langsung.

Luar biasa, sungguh luar biasa! Baru kita sadari sekarang, ternyata Allah memperhatikan setiap amal perbuatan kita. Dia menerima zakat yang kita bayarkan, sebagaimana Dia juga menerima taubat. Di tempat lainnya? Entah apa yang terjadi setelah kita menitipkan pembayaran zakat, tidak tentu dan tidak diketahui dengan pasti apakah ada tanda terima pembayarannya dari Allah atau tidak. Tidak pasti. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 20.35