Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kiprah Ahli Kitab Sepanjang Masa

Agama Islam bukanlah merupakan agama baru, semenjak nabi Adam as sampai dengan milah Ibrahim as sebenarnya inti dari agama Islam sudah lahir, yaitu men-tauhidkan Allah swt. Dalam perjalanan sejarah agama tauhid ini, Allah menurunkan Kitab melalui nabi dan rasul-Nya yang kemudian disampaikan kepada umatNya. Diantara mereka yang mengumpulkan dan mempelajari Kitab tersebut adalah para ahli kitab.

Alquran memberikan perhatian khusus kepada ahli ktab, karena perannya yang sangat menentukan ditengah-tengah umat Islam sepanjang perjalanan agama. Ajaran agama Islam di sepanjang perjalanan sejarahnya mengalami suatu kebangkitan, puncak kejayaan dan kemudian penurunan yang diakhiri dengan keruntuhan ajarannya. Peran serta para ahli kitab sangat kental dalam setiap tahapan perjalanan sejarah tersebut, karena biasanya setalah pembawa ajaran yaitu Nabi dan Rasul tersebut wafat, maka umat Islam akan merujuk pada pendapat dan hasil penafsiran dari para ahli kitab tersebut.

Diantara para ahli kitab tersebut, sebagian diantara mereka ada yang kafir (QS 2:105) menurut Allah swt. Jadi anda bisa membayangkan bahwa diantara para ustadz atau kyai itu ada diantara mereka yang termasuk dalam ahli kitab kafir menurut Allah swt. Mungkin Snouck Hurgronje yang kemudian mengganti namanya menjadi Abdul Ghaffar adalah salah satu diantaranya.

Dalam al-Quran juga dijelaskan bahwa diantara para ahli kitab itu ada yang mencampur adukan antara yang Haq dengan yang bathil (QS 3:71) atau menjual ayat-ayat Allah tersebut dengan harga yang murah (QS 2:174). Perilaku para ahli kitab tersebutlah yang kemudian menyesatkan dan mengajak umat Islam kembali kepada kesesatan dan kehancuran ajaran agama Islam yang dibawa oleh Rasul-Rasul terdahulu. Ajaran dari Rasul Nuh as, ajaran dari Rasul Ibrahim as, ajaran dari Rasul Musa as, ajaran dari Rasul Isa as dan terakhir juga menimpa ajaran dari Rasul Muhammad saw.

Ahli kitab tidak saja merujuk kepada para rabi dari kaum yahudi, atau para pendeta nasrani, tapi juga mereka-mereka para ahli kitab yang memutar balikan ajaran al-Quran dan menyesatkan umat Islam, di sepanjang sejarah.

Apabila anda tidak ingin disesatkan oleh para ahli kitab tersebut, maka caranya adalah: mari mendekatkan diri kepada Allah swt dan berhubungan langsung dengan Allah melalui tali yang kuat (QS 2:256), tali yang menghubungkan anda dengan Rasullullah Muhammad saw melalui silsilah ajaran yang jelas, terkait dan sambung menyambung, yang satu menjadi pewaris ajaran sebelumnya, saling mewarisi ajaran Rasul. Itulah tali Allah swt yang kuat. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 01.45