Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 7 Juli 2017

Mengajak Tubuh Berzikir

Sungguh luar biasa pengajaran yang disampaikan oleh guru kita tadi malam, diantaranya adalah tentang mengajak agar supaya tubuh kita juga ikut berzikir. Jadi yang berzikir itu seharusnya bukan hanya mulut atau hati kita saja, akan tetapi seluruh tubuh kita pun harus kita ajak untuk ikut berzikir bersama-sama dengan kita. Karena nanti di hari akhir, seluruh anggota tubuh kita tadi akan menjadi saksi buat kita.

Tidak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya tubuh pun bisa berzikir, sebagaimana mulut dan hati kita. Bukan hanya tubuh, tetapi sebenarnya segala sesuatu di alam semesta ini semuanya itu ikut berzikir dengan caranya masing-masing. Seperti misalnya burung dengan cara mengepak-ngepakan sayapnya, atau gunung, atau bumi dan sebagainya, semuanya itu berzikir memuji Allah swt.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 57:1)

Tadi malam guru kita mencontohkan bagaimana caranya mengajak agar supaya perut kita ikut berzikir bersama kita. Demikian juga peredaran darah kita atau jantung kita yang berdetak. Semuanya bisa kita ajak untuk ikut berzikir bersama-sama dengan kita. Dengan ikut berzikir kepada Allah, maka tubuh akan menjadi bersih dan sehat.

Misalnya saja untuk kasus penderita diabetes, penyakit diabetes ini disababkan oleh masalah pada pankreas (organ tubuh yang terdapat di sebelah kiri atas dari lambung) yang seharusnya bisa memproduksi hormon insulin setiap kali ada makanan yang masuk, tetapi karena bermasalah maka pankreas tidak memproduksi hormon insulin tersebut. Akibatnya adalah glukosa atau gula yang ada di dalam darah yang berasal dari makanan yang kita konsumsi tidak bisa diurai sehingga terjadi penumpukan molekul gula yang dapat mendatangkan penyakit turunan. Itulah diabetes.

Mengapa pankreas tidak bisa menghasilkan hormon insulin? Ada 2 penyebabnya: pertama adalah karena pankreas tersebut ‘tidur’, alias dia tidak menyadari kapan seharusnya dia ‘bangun’ dan bekerja untuk memproduksi insulin. Penyebabnya adalah karena pola hidup dan pola pikir yang tidak teratur, sehingga mengacaukan jam biologis pankreas, sehingga pankreas menjadi kacau dan tidak tahu kapan dia harus tidur dan kapan dia harus bekerja menghasilkan insulin. Penyebab kedua adalah adanya luka atau kerusakan sel dalam pankreas itu sendiri sehingga pankreas, walaupun sudah ‘bangun’ dan bekerja, tetapi insulin yang dihasilkannya sedikit sekali atau bahkan tidak ada sama sekali.

Lalu, bagaimana zikir bisa menyehatkan pankreas dan menyembuhkan penyakit diabetes? Caranya adalah dengan cara mengusap-usapkan tangan kita ke bagian organ pankreas tersebut, sambil di dalam hati kita mengajak pankreas untuk ‘bangun’ sambil berzikir mengucapkan dua kalimat Syahadat. Usap-usapkan terus tangan kita sambil membaca dua kalimat Syahadat dalam hati. Niatkan untuk mengajak pankreas kita ikut berzikir bersama-sama dengan kita. Terus-menerus seperti itu, sehingga lambat laun pankreas kita akan ‘bangun’ dan ikut berzikir bersama-sama dengan kita. Nah, di saat berzikir itulah pankreas akan mulai memproduksi hormon insulin.

Bagaimana halnya dengan kasus pankreas yang luka atau memiliki sel yang sudah rusak? Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, apabila kita melakukan hal ini terus menerus, mengajak agar supaya pankreas ikut berzikir, maka lambat laun sel-sel pankreas yang rusak tadi akan lepas dan kemudian tumbuh sel-sel pankreas sehat baru yang menggantikannya. Demikianlah, maka lambat laun apabila pankreas kita sudah ikut berzikir bersama-sama dengan kita, menzikirkan Syahadat menurut caranya sendiri, maka penyakit diabetes tadi akan sembuh.

Hal yang sama bisa juga kita terapkan untuk organ-organ tubuh yang lainnya. Seperti misalnya lambung atau usus pencernaan. Apabila kita mengusap-usapkan tangan kita ke lambung, seraya dalam hati kita mengatakan pada lambung bahwa hari ini kita akan berpuasa, maka lambung akan ikut berpuasa dan tidak akan menghasilkan asam lambung yang bisa mengakibatkan penyakit maag. Dan apabila kita menderita penyakit maag atau diare, maka cara yang sama seperti pada pankreas tadi bisa kita terapkan, sehingga bagian organ tubuh yang sakit akan menjadi sembuh karena berzikir.

Demikianlah bagaimana kita mengajak anggota tubuh kita untuk ikut berzikir bersama-sama dengan kita. Masing-masing anggota tubuh tadi akan berdenyut dengan caranya sendiri-sendiri sambil berzikir kepada Allah swt.

Demikian juga dengan peredaran darah kita, kita bisa mengajaknya untuk ikut berzikir Syahadat. Darah yang beredar dari seluruh sel-sel tubuh menuju ke jantung sambil berikrar bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah, dan kemudian ketika darah mengalir dari jantung ke seluruh sel-sel darah di tubuh mereka mengikrarkan kesaksian bahwanya Muhammad adalah Rasul Allah.

Tubuh yang berzikir adalah tubuh yang bersih dan sehat. Bersih dari segala macam kotoran, baik kotoran fisik maupun kotoran non-fisik. Tubuh yang berzikir juga akan menyembuhkan penyakit yang ada di dalam tubuh, karena ternyata tubuh yang diciptakan Allah ini telah memiliki mekanisme yang sempurna, yaitu mekanisme untuk menyembuhkan dirinya sendiri (self healing). Tinggal kita menemukan rahasinya saja bagaimana caranya agar tubuh kita melakukan self-healing tersebut.

Mengapa tubuh bisa berlaku demikian? Hal ini disebabkan karena tubuh kita ternyata sangat tunduk dan patuh kepada Allah. Tubuh kita itu tidak patuh dan taat kepada kita. Meskipun kita menginginkan sesuatu, tubuh kita tidak akan merespon keinginan kita itu. Karena tubuh hanya tunduk patuh kepada Allah saja. Dengan mengajak tubuh untuk berzikir, maka tubuh akan merespon hal tersebut karena tubuh taat untuk beribadah kepada Allah. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.48