Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 30 Agustus 2015

Siapakah Ulama Itu ?

Pada jaman sekarang ini banyak sekali ulama, seseorang atau beberapa orang dapat dengan bebasnya mengangkat dirinya sebagai ulama. Setelah itu para ulama mengangkat dirinya sebagai pewaris Nabi, meskipun sebenarnya boleh jadi mereka tidak mengerti sama sekali apa yang diwariskannya.

Ulama secara bahasa seharusnya adalah orang-orang yang mewarisi ilmu dari Nabi, ilmu apa yang diwarisi? Yaitu ilmu untuk mendekatkan diri dan mengenal Allah swt. Karena hanya orang-orang yang dekat dan mengenal Allah swt sajalah yang akan merasa takut kepada Allah.

Dalam QS 35:28 Allah berfirman:
وَمِنْ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ
“Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Ulama adalah jabatan yang diberikan dari Allah swt kepada sesorang hamba-Nya yang tingkat keilmuannya sudah mencapai tahapan bahwa dirinya senantiasa takut kepada Allah swt. Kedekatan dan hubungan seseorang tadi kepada Allah adalah rahasia pribadi seseorang tadi dengan Khaliknya, demikian juga dengan rasa takutnya kepada Allah adalah rahasia pribadi. Dengan demikian hanya sesorang tadi dan Allah saja yang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang ulama atau bukan.

Jadi jabatan ulama bukanlah jabatan yang dinobatkan secara sepihak oleh manusia, sehingga tidak pantas seseorang menyandang jabatan ulama akan tetapi tingkat keilmuannya masih belum mencapai tingkat kedekatan dengan Allah swt dan memiliki ketakutan yang besar kepada Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 10.45