Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 07 Agustus 2017

Itu adalah Azab Bukan Ujian

Apabila kita mebuka lembaran-lembaran kitab suci al-Quran, maka nyatalah bahwa Allah swt pernah mengazab beberapa negeri di zaman dahulu dikarenakan kedurhakaan mereka dan kekufuran (sikap masa bodoh dan menutup diri dari Kebenaran). Ada negeri yang penduduknya mati disambar petir yang menggelegar keras yang kemudian diikuti oleh gempa yang dashyat, sebagaimana kaum Tsamud. Ada juga negeri ‘Ad yang penduduknya mati disapu oleh angin Samun yang dashyat, atau negeri Sodom yang terjerumus masuk ke dalam jurang karena gempa bumi yang dashyat dan tertimbun oleh tanah yang membara.

Hampir semua azab Allah swt tersebut terjadi dalam bentuk bencana alam yang sangat dashyat. Mula-mula kaum ‘Ad ditimpa oleh bencana kekeringan selama kurang lebih tiga tahun lamanya. Kemudian Nabi Hud as memberikan peringatan kepada kaum ‘Ad untuk segera bertobat, karena bencana kekeringan itu adalah pertanda azab dari Allah swt.

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ
قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

“Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". (QS 11:52)

Masih ada kesempatan saat itu bagi Kaum ‘Ad untuk bertobat dan memohom ampun kepada Allah swt. Akan tetapi ternyata mereka tidak memperdulikan peringatan yang disampaikan oleh Nabi Hud as tersebut. Maka oleh sebab kedurhakaan kaum ‘Ad tersebut dan ketidakpedulian mereka terhadap peringatan Nabi Hud as, maka kemudian Allah swt menurunkan azab yang sangat keras.

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

“Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.” (QS 69:6-8)

Adapun Nabi Hud as dan sekelompok kecil para pengikutnya diselamatkan oleh Allah swt ke tempat yang aman, jauh dari azab Allah tersebut.

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَنَجَّيْنَاهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ
“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.” (QS 11:58)

Pada hari ini, setiap kali terjadi bencana alam di negeri kita, maka para ulama-ulama di negeri ini menganggapnya sebagai ujian belaka. Padahal kalau kita membaca al-Quran, tidak ada ujian Allah swt dalam bentuk bencana alam. Justru bencana alam itu adalah bagian dari azab Allah swt.

Guru kita berkali-kali telah berusaha memberikan peringatan kepada para ulama-ulama di negeri ini untuk segera memohon ampun kepada Allah swt. Bencana alam berupa kekeringan, banjir, gunung meletus, kebakaran hutan yang asapnya sangat menyesakan pernapasan, dan sebagainya, itu semua adalah bagian dari azab Allah swt. Nah, sebelum datangnya azab Allah yang sangat keras bagi bangsa ini, maka guru memberikan peringatan kepada bangsa ini untuk segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt.

Mumpung belum terlambat, maka mari kita banyak-banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah swt. Jangan terlampau tinggi hati, mengira bahwa dengan menjadi umat Islam dan sudah menjalani rukun Islam maka kita mengira bahwa Allah swt sudah merihoi penduduk negeri ini.

Ternyata kenyataannya tidaklah demikian. Jumlah umat Islam yang banyak ternyata yang benar-benar beriman dan bertauhid kepada Allah swt jumlahnya sedikit sekali. Sebagian besar umat Islam di negeri ini belum beriman. Bentrokan antar penduduk dan ormas masih banyak terjadi. Kasus korupsi dan kriminalitas masih tinggi. Sementara itu kejujuran, keikhlasan dan kesabaran masih menjadi sesuatu yang langka ditemui di kebanyakan umat Islam.

Bencana alam yang datang silih berganti, dianggapnya hanya sebagai ujian belaka. Merasa bahwa diri sebagian besar bangsa ini sudah suci dan bebas dari dosa. Padahal bencana alam tersebut adalah bagian dari peringatan Allah swt, bahwa apabila penduduk negeri ini tidak menyadari kekurangannya, tidak menjadikannya sebagai cambuk untuk menjadikan penduduk negeri ini beriman, maka bukannya tidak mungkin bahwa azab Allah swt yang keras akan datang menimpa negeri ini.

Jangan ‘ge er’ dan merasa dengan jumlah umat Islam yang banyak telah membuat Allah ridho pada negeri ini. Itu belum ada artinya apa-apa, belum pantas untuk mendapat ridho Allah apabila ternyata jumlah orang-orang yang beriman masih sedikit. Tidak ada jalan alternatif lainnya selain beristighfar memohon ampun kepada Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 11.51