Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 20 Agustus 2017

Yang Terjadi Pada Orang Kafir

Di dalam al-Quran di awal surat al-Baqarah, Allah swt memberikan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada orang-orang kafir.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِي

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS 2:6-7)

Sekarang, apabila kita memperhatikan orang-orang yang kita anggap sebagai orang kafir pada hari ini, atau pun di waktu yang lampau, maka secara fisik tidak akan ada bedanya antara orang kafir dengan orang beriman. Pendengaran dan penglihatan orang-orang kafir tersebut normal-normal saja. Tidak tampak ada kekurangan atau pun kelainan dalam hal pendengaran ataupun penglihatan mereka. Lantas kalau demikian halnya, bagaimana relevansi dengan ayat tersebut di atas? Bukankah Allah swt menyatakan telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka serta menutup rapat penglihatan mereka?

Nah, tulisan ini mungkin bisa dijadikan salah satu bahan renungan untuk menjelaskan ayat tersebut di atas.

Sesungguhnya Allah itu Terang Benderang, permisalannya seperti Cahaya dibalik Cahaya. Seluruh mahluk yang ada di langit dan di alam semesta ini hanyalah bayangan dari Cahaya tersebut. Orang-orang yang beriman dan orang-orang yang telah mengenal Allah swt, mereka semua itu hati mereka menjadi silau oleh kemilau Cahaya Allah swt Yang Sangat Terang itu.

Seluruh ruh di alam semesta ini, mulai dari ruh tumbuhan, hewan, manusia sampai kepada malaikat, semuanya bersaksi kepada Allah swt. Seluruh ruh tersebut semuanya menyaksikan Cahaya Allah Yang Sangat Terang Benderang tersebut.

Ternyata, hanyalah orang-orang kafir saja yang mereka itu memiliki penglihatan, akan tetapi mereka tidak mempergunakannya untuk dapat melihat Cahaya Allah. Sehingga mereka itu punya mata, tetapi buta terhadap Cahaya Allah Yang Maha Terang.

Hanyalah orang-orang kafir saja yang mereka itu memiliki pendengaran dan hati, akan tetapi mereka tidak mempergunakannya untuk dapat mendengar Petunjuk Allah. Sehingga mereka itu punya telinga dan hati, tetapi tuli terhadap Allah Yang Memberi Petunjuk.

Kafir itu identik dengan kata ‘cover’ atau sampul atau pembungkus. Jadi manusia yang dengan penglihatannya tidak dipergunakan untuk menemukan Cahaya Allah, manusia yang dengan hati dan pendengarannya tidak dipergunakan untuk mendapatkan Petunjuk Allah, maka itulah manusia yang terbungkus, tertutup, ter-cover. Itulah sejatinya arti Kekafiran. Di tengah Cahaya Allah Yang Terang Benderang, orang kafir itu buta. Di tengah Petunjuk Allah Yang Jelas, orang kafir itu tuli.

Bahkan terhadap binatang sekalipun Allah swt menganugerahkan petunjukNya, sehingga kita bisa melihat bagaimana hewan-hewan meninggalkan gunung sebelum gunung meletus. Atau burung-burung bermigrasi dari bumi utara ke bagian bumi selatan, ribuan kilometer jaraknya tanpa tersesat. Siapakah yang memberi petunjuk kepada hewan-hewan tersebut? Dialah Allah swt Yang Memberi Petunjuk. Jadi apabila ada orang kafir yang tuli terhadap petunjuk Allah swt, maka dia itu sejatinya lebih sesat dibandingkan dengan hewan.

Jadi, agar supaya kita tidak seperti orang kafir, mari kita bersyukur atas anugerah pendengaran dan penglihatan yang diberikan Allah swt kepada kita, yaitu dengan cara mempergunakannya untuk mengenal Allah swt dan mendengar Petunjuk Allah swt. Janganlah kita membungkus penglihatan dan pendengaran kita, seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir itu, sehingga kemudian Allah swt akan mengunci mati hati dan pendengaran serta menutup rapat penglihatan. (AK)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 06.45