Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 22 Agustus 2017

Masjid Yang Sejati

Masjid secara bahasa adalah tempat untuk sujud, yaitu sujud kepada Allah swt. Namun, Masjid menurut istilah yang diterima secara umum adalah tempat ibadah umat Islam untuk melaksanakan sholat. Konon masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi ini adalah Ka’bah yang dibangun oleh malaikat Allah swt dalam rangka untuk beribadah kepada Allah swt.

Ada 2 masjid yang disebutkan dalam al-Quran, yaitu Masjidil Haram di kota Mekkah dan Masjidil Aqsa di Palestina. Sebenarnya ada satu lagi masjid yang disebutkan dalam al-Quran yang dibangun untuk memecah belah antara orang-orang mukmin dan untuk tujuan kekafiran. Itulah masjid Dhirar yang didirikan oleh orang-orang munafik di zaman Rasulullah saw dahulu.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (QS 9:107)

Dan pada ayat berikutnya Allah melarang Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman untuk sembahyang di masjid tersebut untuk selama-lamanya. Sampai akhirnya kemudian masjid tersebut dihancurkan dan dibakar.

Bagi sebagian besar umat Islam pada hari ini, maka tatkala berada di dalam masjid mereka baru merasakan ada semacam perasaan dekat dengan Allah swt, sehingga kemudian mereka banyak mengingat dan menyebut Nama Allah swt di dalam masjid tersebut. Akan tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka itu senantiasa mengingat dan banyak menyebut Nama Allah swt di dalam hatinya, di mana pun dan kapan pun mereka berada.

Oleh sebab itulah, maka guru kita pernah mengatakan bahwa bagi orang-orang yang beriman, masjid yang sejati itu adanya di dalam qalbu. Karena di tempat itulah (di dalam qalbu) orang-orang yang beriman banyak berzikir, mengingat dan menyebut Nama Allah swt. Terutamanya adalah di waktu pagi dan petang, sebagaimana anjuran guru kita. Ternyata hal ini sesuai dengan firman Allah swt di dalam surat an-Nur berikut ini.

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS 24:36)

Guru kita mengatakan bahwa Allah swt tidak bersemayam di dalam masjid dan Allah swt juga tidak pernah menampakan dirinya di dalam masjid. Rumah Allah yang sebenarnya bukanlah masjid, sebagaimana yang kebanyakan kita pahami. Itu hanyalah istilah kiasan belaka, bukan dalam arti yang sebenarnya.

Sehingga dengan demikian, maka Allah swt tidak dapat kita menemuiNya di dalam masjid. Belum pernah ada cerita seseorang bertemu Allah swt di dalam masjid. Akan tetapi Allah swt dapat ditemui melalui mata qalbu kita yang jernih. Dengan demikian maka qalbu itulah tempat sujud dan tempat berzikir memuji Allah swt yang sebenarnya. Tempat dimana Allah swt menampakan NurNya, yakni di dalam qalbu orang-orang yang beriman. Itulah kiranya masjid yang sejati. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.19