Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 05 September 2017

Amal Sholeh Yang Diridhoi

Pada hari ini, hampir sebagian besar umat Islam tatkala dia melaksanakan ibadah kepada Allah swt, maka niat dan harapan sebenarnya adalah untuk mencari pahala yang sebesar-besarnya bagi dirinya sendiri. Orang pergi ke masjid, melalui jalan-jalan yang berlain-lainan agar supaya mendapat pahala. Orang mengerjakan sholat berjamaah, adalah karena mengharapkan pahala yang berlipat ganda dibandingkan dengan sholat sendirian. Orang melakukan puasa sunnah, memberikan sedekah atau memberi makan anak-anak yatim di bulan suci Ramadhan adalah dengan maksud memperoleh pahala yang berlipat ganda bagi dirinya sendiri.

Padahal pahala manusia tidak akan dapat membeli surga Allah swt. Nilai pahala seorang manusia terlampau rendah dibandingkan dengan nilai surga Allah swt.

Guru kita tidak pernah mengajarkan hal-hal yang seperti ini. Di dalam majelis zikir Akhlaqul Karimah Darul Iman ini kita diajarkan bahwa ibadah dan pengabdian seorang hamba, seorang petugas Allah adalah demi untuk mencari Keridhoan Allah swt. Bukan untuk pahala atau bukan untuk tujuan lainnya seperti keberkahan atau keberuntungan. Hanya untuk Keridhoan Allah swt saja.

Dan dari sekian banyak pengajian, dari sekian banyak majelis zikir yang ada di dunia saat ini, hanya majelis zikir inilah yang mengajak manusia untuk melaksanakan amal sholeh yang diridhoi Allah swt. Amal sholeh yang diridhoi Allah swt yaitu amalan ibadah yang didasarkan kepada perintah Allah swt, berdasarkan petunjuk Allah swt. Jadi bukan sekedar karena hasil menafsirkan suatu dalil atau pun hasil dari olah pikir terhadap suatu kitab semata.

Boleh jadi anda selama ini melakukan amalan tertentu atau ibadah tertentu, namun pertanyaannya adalah atas dasar apakah amalan atau ibadah yang anda lakukan itu? Berdasarkan dalil suatu ayat? Berdasarkan penafsiran atau pemahan dari suatu kitab? Bagaimana caranya anda bisa yakin bahwa amalan atau ibadah yang anda lakukan itu benar-benar diridhoi oleh Allah swt? Bagaimana cara anda memverifikasinya?

Di dalam majelis zikir Akhlaqul Karimah Darul Iman, guru kita mengajarkan murid-muridnya untuk melaksanakan amalan berupa zikir Syahadat, Istighfar dan Sholawat. Amalan tersebut bukan berasal dari penafsiran terhadap suatu ayat, atau bukan juga merupakan hasil dari olah pikir guru kita. Akan tetapi amalan tersebut adalah berdasarkan perintah dan petunjuk Allah swt, yang mengamanatkan agar amalan tersebut dilaksanakan oleh umat Nabi Muhammad saw di akhir zaman ini.

Jadi sekali lagi, ada amalan yang merupakan hasil penafsiran terhadap suatu ayat atau hasil oleh pikir terhadap suatu dalil semata. Sebaliknya ada juga amal sholeh yang memang diridhoi Allah swt karena merupakan perintah dan petunjuk langsung dari Allah swt.

Guru kita pernah mengajarkan kepada murid-muridnya sebuah doa yang bersumber dari Nabi Sulaiman as ketika beliau menghentikan laju pasukan berkudanya setelah mendengar seruan pemimpin semut agar mereka memasuki lubang persembunyian supaya tidak terinjak-injak pasukan Nabi Sulaiman as. Berikut ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman as yang kemudian terekam dan diabadikan dalam kitab al-Quran.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ
وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhan hamba berilah hamba ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Paduka anugerahkan kepada hamba dan kepada dua orang ibu bapak hamba dan untuk mengerjakan amal saleh yang Paduka ridhai; dan masukkanlah hamba dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS 27:19)

Coba perhatikan sekali lagi ayat tersebut di atas. Nabi Sulaiman as adalah seorang raja dan pemimpin dengan banyak penasihat dan prajurit, memohon kepada Allah swt untuk mengerjakan amal sholeh yang diridhoi Allah swt. Jadi bukan amalan yang didasarkan atas penafsiran para penasihatnya dari suatu ayat.

Pada hari ini, kita semua mengemban tugas yang luhur untuk mengamalkan amal sholeh yang diridhoi Allah swt tersebut, yaitu berzikir Syahadat, Istighfar dan Sholawat. Ini adalah amanat dari Allah swt untuk kita kaum muslimin yang hidup di akhir zaman. Barangsiapa yang mengerjakan amalan ini, yang memberitakan dan menyampaikan amanat ini kepada manusia, maka Allah swt pasti meridhoinya. Pasti. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 09.44