Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 11 September 2017

Musuh Manusia Yang Nyata

Umat Islam zaman sekarang, apabila ditanyakan siapakah musuh kita? Maka sebagian besar mungkin akan menjawab bahwa musuh kita pada hari ini adalah orang-orang kafir, yaitu orang Nasrani dan orang Yahudi. Kemudian apabila kita menanyakan pertanyaan yang sama kepada orang-orang pendukung ISIS, maka jawaban mereka mungkin adalah musuh kita hari ini ialah bangsa Amerika Serikat dan seluruh antek-antek dan sekutunya.

Begitulah kiranya konsep yang semula dikembangkan oleh segelintir orang di timur tengah dan kemudian konsep tersebut disebarluaskan yang akhirnya diterima oleh sebagian besar umat Islam saat ini. Mereka menyangka bahwa konsep tersebut adalah sesuatu yang benar.

Oleh karena menganggap bahwa musuh umat Islam adalah orang-orang Nasrani, Yahudi, bangsa Amerika Seerikat dan seluruh sekutunya, kemudian segelintir orang tadi mengajak seluruh umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1 milyar ini untuk melaksanakan jihad, yaitu bergerak memerangi musuh-musuh umat Islam tadi. Dengan menghalalkan berbagai macam cara.

Para anggota jamaah al-Qaeda merancang dan membuat aksi teror dimana-mana. Meledakan bom mobil di kedubes Amerika di Afrika, membuat aksi teror dimana-mana. Kemudian di lanjutkan dengan aksi para simpatisan ISIS yang juga mengajak umat Islam untuk berjihad. Menduduki sebagian wilayah Suriah dan Iraq, memaksa penduduknya untuk mengikuti penerapan hukum Syariah. Para simpatisan ISIS yang berada di Eropa diperintahkan untuk membuat aksi teror, menabrakan truk atau mobil ke turis dan penduduk sipil yang tidak berdosa. Menikam polisi lalu lintas yang tengah berjaga. Dan sebagainya, seluruh cara diperbolehkan dan dihalalkan. Mulai dari merampok, membunuh anak-anak dan wanita yang tidak berdosa, menculik, memenggal kepala penduduk sipil, semuanya yang semula diharam oleh Rasulullah saw, saat ini menjadi halal dan diperbolehkan.

Kemudian aksi teror tersebut dibalas oleh Amerika dan sekutunya dengan serangan militer ke Afghanistan, serangan udara secara masif ke basis wilayah yang diduduki ISIS. Demikian seterusnya saling balas membalas, sehingga peperangan, sengketa dan permusuhan yang tidak ada habis-habisnya terus berkecamuk dimana-mana, di seluruh penjuru dunia.

Konflik di Tunisia, konflik di Libya, konflik di Mesir, peperangan di Yaman, peperangan di Suriah, konflik di Irak, konflik di Afghanistan, konflik di Rakhine Myanmar, perang di Marawi Philipina dan seterusnya. Dimana-mana terjadi konflik dan sengketa. Tidak ada habis-habisnya dan tidak diketahui sampai kapan selesainya. Dunia menjadi area persengketaan dan menjadi daerah yang tidak lagi aman untuk dihuni.

Kesemuanya itu awalnya adalah akibat dari sebuah kesalahan yang berasal dari sekelompok kecil ulama di timur tengah yang menyatakan bahwa musuh umat Islam saat ini adalah orang-orang Nasrani, Yahudi, bangsa Amerika Serikat dan sekutunya.

Saudara-saudaraku, hal tersebut tadi sebenarnya adalah konsep yang salah, konsep pemahaman yang keliru. Berawal dari konsep yang keliru tersebut itulah kemudian mengakibatkan dunia menjadi tempat yang tidak aman untuk dihuni. Seluruh area menjadi tempat persengketaan.

Lantas konsep yang benar itu seperti apa? Saudara-saudaraku, marilah kita membuka al-Quran dan mendengarkan pernyataan Allah swt tentang musuh kita dan apa yang dilakukan oleh musuh kita itu terhadap semua persengketaan yang terjadi di dunia saat ini.

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS 17:53)

Ternyata biang keladi seluruh persengketaan dan permusuhan selama ini adalah syaithan, dan syathan itulah musuh kita yang nyata. Inilah dia konsep yang benar. Konsep Allah swt.

Dengan berpedoman bahwa musuh manusia itu adalah syaithan, maka pada dasarnya seluruh manusia itu bersaudara. Sama-sama anak keturunan Nabi Adam as, jadi seluruh manusia itu hendaknya saling mengenal dan saling berdamai satu dengan yang lainnya. Apabila bibit pertikaian muncul, maka umat Islam diwajibkan untuk mendamaikan kedua pihak yang berselisih itu.

Jadi musuh kita itu bukanlah manusia, sebab manusia itu sejatinya adalah teman dan saudara kita. Musuh kita itu ialah syaithan. Syaithan inilah yang telah menghasut agar supaya manusia saling bertikai dan saling membunuh satu dengan yang lainnya.

Nah, dengan menyadari bahwa manusia bukan lah musuh, maka kita diwajibkan untuk menahan diri dari memerangi manusia. Yang harus diperangi itu ialah syaithan yang terkutuk. Di dalam majelis YAKDI inilah syaithan diperangi. Salah satu misi dari kegiatan YAKDI adalah program untuk memerangi syaithan. Karena syaithan inilah musuh yang sebenarnya.

Adapun program bagi sesama manusia adalah amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyerukan untuk berbuat kebajikan dan mencegah segala macam kemunkaran. Tentu saja program dan seruan amar am’ruf nahi munkar ini dilakukan dengan penuh kedamaian dan tanpa pemaksaan.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُو
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS 3:104)

Nah, berdasarkan konsep ini, maka apabila diterapkan dan diterima oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia, maka yang akan tercipta adalah kedamaian. Setiap terjadi perselisihan maka akan ada pihak yang berusaha untuk mendamaikan mereka, mengingatkan mereka bahwa musuh manusia itu bukanlah manusia lainnya, akan tetapi musuh manusia adalah syaithan.

Berdasarkan konsep Allah swt yang dicantumkan di dalam al-Quran tersebut, maka apabila diterapkan akan tercipta tatanan dunia yang penuh dengan kedamaian.

Coba sekarang anda bandingkan kedua konsep tersebut di atas tadi. Konsep mana yang benar dan sesuai dengan Kebenaran? Apakah konsep yang mengakibatkan dunia menjadi tempat yang penuh dengan persengketaan dan peperangan, atau konsep yang menjadikan dunia menjadi tempat yang penuh dengan kedamaian?

Demikianlah perbedaannya antara konsep Allah swt dengan konsep syaithan. Meskipun dibungkus dengan dalil-dalil yang seolah meyakinkan, akan tetapi Kebenaran pada akhirnya akan terungkap. Konsep yang berasal dari kebencian, permusuhan dan kebusukan niat, adalah konsep kegelapan, konsep syaithan. Pada akhirnya Cahaya Terang menerangi hati nurani manusia, sehingga yang gelap menjadi terang benderang. Maka menjadi nyata lah mana yang Benar dan mana yang Salah. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.20