Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 30 Agustus 2015

Menyembuhkan Penyakit dengan Iman

Penyakit adalah diakibatkan dari hasil perbuatan manusia, jadi dia bukanlah merupakan pemberian atau hasil dari perbuatan Allah swt. Apabila manusia melakukan sesuatu perbuatan dosa maka tubuh akan merespon-nya dengan penyakit yang datang di kemudian hari.

Tubuh manusia, lahir dan bathin telah diciptakan oleh Allah swt dengan sempurna, dia dilengkapi dengan anggota tubuh sekaligus juga dengan sistem kekebalan yang akan melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Di dalam tubuh manusia sudah ada sistem yang akan menjaga dan menyembuhkan tubuh dari berbagai macam penyakit.

Sering kali karena sudah terbiasa untuk berobat ke dukun atau ke dokter setiap kali sakit, maka sistem kekebalan dan sistem penyembuhan tersebut jarang sekali difungsikan. Otak dan kesadaran manusia tidak terlatih untuk membangkitkan sistem dalam tubuhnya tersebut.

Oleh sebab itu kita memerlukan pertolongan Allah swt untuk dapat mengaktifkan sistem penyembuhan tersebut.

Dalam yayasan YAKDI, guru memberikan contoh bagaimana proses penyembuhan suatu penyakit dapat dicapai dengan keyakinan dan iman yang kuat. Penyakit adalah buah dari hasil perbuatan dosa manusia itu sendiri. Dengan menyadari asal muasal kesalahan dan dosa tersebut, maka kita harus bertobat dengan taubatan nasuha. Dengan tobat yang sungguh-sungguh, apabila Allah swt mengampuni dosa kita maka sistem kekebalan dan penyembuhan dalam tubuh manusia akan aktif. Penyakit dalam tubuh lambat laun akan sembuh.

Ini adalah salah satu pembuktian dari iman kepada Allah swt, bahwa Allah adalah Maha Kuasa untuk menyembuhkan setiap penyakit. Dan memang pada hakekatnya setiap penyakit itu hanya dapat disembuhkan melalui pertolongan dan ijin dari Allah swt.

Meskipun seseorang pergi ke dokter, meminum obat yang ampuh, maka tidak ada jaminan bahwa dengan obat tersebut seseorang akan sembuh. Dengan penyakit yang sama dan dengan obat yang sama tidak menjamin bahwa tubuh akan bereaksi serupa dan mencapai kesembuhan. Tubuh tidak selamanya patuh kepada kehendak dan perintah manusianya, akan tetapi tubuh mutlak tunduk kepada kehendak Allah swt. Jadi pada akhirnya yang menentukan tubuh menjadi sehat dari penyakit adalah Allah swt. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 21.50