Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 12 September 2017

Perjalanan Sejarah Zikir Para Rasul

Banyak dari kalangan umat Islam pada hari ini memiliki slogan seperti misalnya: Allah adalah tujuan kami. Namun sayang, pada kenyataannya kebanyakan dari mereka yang memiliki slogan tersebut tidak mengerti maksud dan hakekat dari kalimat pernyataannya itu.

Orang yang dalam hidupnya menyatakan bahwa Allah adalah tujuan kami, artinya adalah bahwa seluruh amal perbuatan, ibadah dan pengorbanan hidupnya selama di dunia adalah ditujukan untuk Allah swt, bukan demi untuk pahala bagi dirinya, dan bukan pula untuk dimaksudkan agar nanti di akhirat kelak akan masuk surga. Oleh karena Allah yang menjadi tujuannya, dan bukan surga, maka tidak konsisten apabila yang bersangkutan kemudian mengharapkan surga. Berdoa agar nanti kelak di akhirat akan dimasukan kedalam surga.

Oleh karena Allah yang menjadi tujuannya, maka dengan demikian ilmu yang paling penting bagi manusia adalah ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Tidak ada ilmu yang paling berguna bagi manusia selain ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Tidak ada ilmu yang lebih tinggi lagi bagi manusia selain ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Perbuatan dan amal yang paling berguna bagi manusia adalah perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah swt. Itulah manifestasi dari pernyataan Allah adalah tujuan kami.

Berikut ini adalah perintah Allah swt kepada orang-orang yang beriman, agar mereka mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, dan setelah mendapatkan jalan itu kemudian dia bersungguh-sungguh menempuh jalan tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS 5:35)

Zikir dalam rangka mengingat Allah swt, merupakan suatu ilmu dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Apabila kita membuka ayat-ayat al-Quran, maka hampir separuhnya merupakan perintah untuk berzikir mengingat Allah swt.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berzikirlah (ingatlah) Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS 62:10)

Sejarah perjalanan zikir para Rasul dimulai dari Nabi Adam as, ketika beliau beristighfar selama ratusan tahun lamanya memohon ampun kepada Allah swt atas dosa dan kesalahan yang pernah diperbuatnya. Inilah sejarah zikir yang pertama-tama.

Kemudian setelah itu, para Rasul berikutnya menyebarkan dan mengajak seluruh manusia untuk bertauhid, yaitu dengan meng-Esakan Tuhan Semesta Alam. Ratusan bahkan ribuan tahun lamanya, para Rasul Allah swt silih berganti, semuanya menyerukan kalimat yang sama kepada segenap manusia, yaitu ajakan untuk bertauhid. Ajakan untuk menyatakan bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah swt.

Setelah beratus-ratus Nabi dan Rasul silih berganti berjuang untuk menyebarkan dan menegakan Tauhid di bumi ini, akhirnya sampailah kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad saw. Beliau menyempurnakan ajaran Tauhid dari para Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul Allah sebelumnya kedalam suatu kalimat Tauhid yang sempurna, yang sekarang kita kenal dengan kalimat Syahadat.

Pada zaman Rasulullah saw itu pula, Allah swt memerintahkan kepada umat Nabi Muhammad saw untuk bersholawat kepada beliau dengan sholawat salam penghormatan yang sempurna. Berikut ini adalah firman Allah swt yang memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bersholawat.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33:56)

Demikianlah sejarah zikir selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya semenjak Nabi Adam as sampai dengan Rasulullah saw. Apabila kita mau merangkumnya, maka sejarah zikir para Nabi dan Rasul tersebut terdiri dari Istighfar, Syahadat dan Sholawat. Inilah rupanya 3 pusaka peninggalan dari seluruh perjalanan sejarah para Nabi dan Rasul terdahulu.

Pada hari ini, ternyata masih ada segelintir kecil kelompok manusia yang masih mengamalkan zikir tersebut. Istighfar, Syahadat dan Sholawat. Itulah segelintir kecil manusia yang masih memegang 3 pusaka peninggalan para Nabi dan Rasul Allah terdahulu. Mereka lah penerus perjuangan dan amanat para Nabi dan Rasul. Ya, Cuma segelintir kecil kelompok manusia itu saja. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.27